"Untuk data terendam masih dalam proses pendataan," ungkapnya.
Ia bahkan tidak masukan Kecamatan Merlung yang mengalami banjir cukup serius bahkan di Melrung Jalan Lintas Timur Sumatera sampai tidak bisa dilalui roda empat dan dua. Sedangkan untuk roda enam ke atas bisa dilalui dengan sekema buka tutup.
Camat Muara Papalik, Fidruzal mengatakan banjir masih melanda sejumlah wilayah di kecamatannya. Ia menyebutkan di Desa Lubuk sebontan longsor terjadi di dua titik akses jalan tersebut sudah bisa dilalui.
"Tapi sudah dbersihkan papaki alat berat dan satu rumah gudang hancur terbawa longsor," katanya, Minggu (4/1).
Ia menyebutkan banjir sudah terjadi selama tiga hari spanjang lebih kurang 200 meter yang merendam jalan penghubung antar wilayah. Saat ini kedalaman sudah mencapai 3 meter.
"Penyebrangan sudah ada perahu karet BPBD satu unit dan alat bantu penyebrangan motor dibuat secara manual 1 buah seprti rakit," ungkapnya.
Kemudian, banjir Desa Rantau Badak Lamo banjir spanjang 250 meter kedalaman 2,5 meter, rumah terendam 8 rumah, tidak ada korban.
"Kelurahan rantau badak banjir ada 6 rumah, tadi sudah di efakuasi isi rumah warga yang terdampak, dan kelurahan rantau badak dalam di tran jalan kebanjiran ada dua RT dan jalan ke kebun." Tandasnya.
