iklan Banjir Landa Merlung hingga Tungkal Ulu, Jalur Jambi–Riau Dialihkan
Banjir Landa Merlung hingga Tungkal Ulu, Jalur Jambi–Riau Dialihkan

Sementara itu, Camat Merlung Yeni mengatakan banjir juga melanda wilayahnya terjadi di Desa Melung dan Kelurahan Merlung kondisi saat ini air sudah masuk kedalam rumah warga yang ada di dua wilayah ini.

" Desa dan kelurahan Merlung untuk air sudah masuk kerumah masyarat untuk data belum bisa kita pastikn karena kondisi air masih belum stabil," katanya.

Sedangkan untuk akses jalan Desa Lubuk Terap menuju Desa Penyabungan dan Kecamatan Renah Mendalu dua titik sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat.

"Untuk jalan menuju Desa Tanjung Paku lumpuh total," ucapnya.

"Untuk air didepan Polsek Merlung kondisi sekarang debid air sudah berkurang tapi kendaraan roda dua dan empat masih diarahkan lewat Surya Khairudin dan roda enak tetep lewat polsek." Tandasnya 

Kapolsek Merlung AKP Agung Wibowo meminta pengendara dari Jambi - Riau lewat jalan alternatif.

"Dapat kami laporkan banjir dengan ketinggian 60 CM terjadi di Jalan Lintas Timur KM 121 depan Polsek Melrung," kata AKP Agung Wibowo.

Agung menegaskan masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua, roda empat dari Jambi tujuan Riau untuk dapat menghindari jalur tersebut dan melintasi jalan alternatif lewat Pos Lantas KM 104 Desa Dusun Mudo nantinya keluar di Pos Dasal, Pelabuhan Dagang, Kecamatan Tungkal Ulu.

"Bagi kendaraan roda enam ke atas bisa melintasi jalur ini Km 121 dengan sistem buka tutup, untuk roda empat kebawah silahkan lewat jalur alternatif. Bagu yang dari Riau - Jambi bisa lewat jalur sebaliknya," ujarnya.

Sementara itu, banjir juga melanda Kecamatan Merlung terjadi pada Sabtu hingga Minggu Januari 2026 di Kecamatan Merlung. Kapolsek menegaskan Kondisi terkini terdapat tiga lokasi utama yang mengalami kenaikan debit air cukup signifikan yaitu Jl. Lintas Tengah Tebo-Merlung (Desa Lubuk Terap) Debit air naik hingga mencapai ±100 cm atau setinggi pinggang orang dewasa. Hal ini menghambat akses lalu lintas di jalur tersebut.

Kemudian, Akses Jalan Desa Tanjung Paku ketinggian air terpantau mencapai ±60 cm. Selain merendam jalan, banjir dilaporkan mulai memasuki pemukiman dengan estimasi 10 unit rumah warga terdampak.

Kapolsek menegaskan Pasar Kalangan Desa Merlung ketinggian air berada di kisaran ±60 cm, yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Kapolsek menyampaikan bahwa situasi ini kemungkinan akan terus meningkat hingga sore atau malam hari.

"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat wilayah hulu di Renah Mendaluh saat ini masih terpantau hujan. Potensi kenaikan debit air kiriman sangat mungkin terjadi," ujar Kapolsek.

Koordinasi dan Langkah Darurat Sebagai langkah antisipasi, Polsek Merlung telah memberikan imbauan langsung kepada masyarakat di bantaran sungai dan wilayah rendah untuk siaga evakuasi jika hujan susulan kembali turun.

Terkait keterbatasan sarana, Kapolsek Merlung juga telah berkoordinasi dengan Polres Tanjab Barat untuk dukungan logistik.(Sun) 


Berita Terkait



add images