JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL - Kondisi Terminal Tipe B Pembengis yang berlokasi di Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kini memprihatinkan. Aset yang berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tersebut dinilai terbengkalai dan tidak terawat, sehingga memicu desakan dari masyarakat agar pengelolaannya dikembalikan ke pemerintah daerah.
Pantauan di lapangan menunjukkan area terminal tampak kumuh dan "mati suri". Minimnya aktivitas dan pemeliharaan membuat fasilitas publik ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Hery, salah seorang warga Tanjabbar, menyayangkan kondisi terminal yang kini nampak seperti bangunan tak bertuan. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan masa ketika terminal masih dikelola oleh kabupaten.
BACA JUGA: Seleksi JPT Pratama Pemkab Tebo Masuki Tahap Final, Pengumuman 8 Januari
"Kalau Pemprov tidak bisa urus, kembalikan lah ke daerah. Dulu waktu diurus kabupaten, kondisinya jauh lebih teratur. Sekarang jangan kan diurus, ditengok saja sepertinya tidak pernah oleh orang provinsi," cetus Hery dengan nada kecewa.
Senada dengan Hery, warga lainnya bernama Yudi menyoroti dampak visual terminal yang terbengkalai tersebut terhadap citra daerah. Mengingat lokasinya berada di jalur utama menuju Kuala Tungkal, wajah terminal yang kumuh memberikan kesan buruk bagi pendatang.
BACA JUGA: JBC Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan di HUT ke-69 Provinsi Jambi
"Itu kan pintu masuk ke Tungkal, orang melihatnya tidak enak. Kalau dikelola daerah, bisa digunakan untuk bongkar muat atau aktivitas ekonomi lainnya. Jadi masyarakat bisa diberdayakan dan ekonomi bergerak," jelas Yudi.
Merespons aspirasi masyarakat tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Tanjabbar, Agus Sumantri, angkat bicara. Ia membenarkan bahwa kondisi Terminal Pembengis saat ini memang sangat memprihatinkan dan tidak memberikan manfaat optimal bagi daerah.
Agus menyatakan pihaknya berencana mengambil langkah resmi untuk meminta hibah aset tersebut dari Pemerintah Provinsi Jambi.
"Kami akan menyurati secara resmi Pemerintah Provinsi Jambi. Kami berharap terminal ini bisa dihibahkan agar dapat dikelola secara mandiri oleh daerah," ujar Agus.
Lebih lanjut, Agus optimistis jika terminal tersebut kembali ke tangan Pemkab Tanjabbar, aset tersebut bisa bertransformasi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menghidupkan sektor UMKM di sekitar lokasi.
BACA JUGA: Respon Aksi Pahlawan Kebersihan, Wali Kota Jambi Komitmen Naikkan Kesejahteraan Pasukan Orange
"Kami upayakan itu. Saya melihat ada potensi besar bagi daerah untuk mendapatkan PAD jika dikelola dengan benar. Kami ingin aset ini bermanfaat kembali untuk masyarakat, bukan sekadar bangunan yang teronggok begitu saja," pungkasnya.(Sun)
