iklan Empat Hari Tak Ada Kabar, Kakek 75 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun
Empat Hari Tak Ada Kabar, Kakek 75 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Warga Desa Siau Dalam, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtim, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria lanjut usia di area kebun Parit 1 Sungai Niur, Senin (19/1). Korban diketahui bernama Lambak (75), yang selama ini tinggal seorang diri di kebunnya.

Penemuan jenazah tersebut bermula dari laporan pihak keluarga yang mendatangi Mapolsek Muara Sabak Timur sekitar pukul 09.00 WIB. Keluarga melaporkan bahwa korban sudah tidak dapat dihubungi dan tidak ada kabar selama kurang lebih empat hari.

BACA JUGA: Modus Pinjam Motor Untuk Beli Makanan, Pria ini Gelapkan Motor Korban

Kapolsek Muara Sabak Timur AKP Chandra Adinata mengatakan, menindaklanjuti laporan tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kapolres Tanjabtim. Selanjutnya, seluruh personel Polsek Muara Sabak Timur bersama pihak kecamatan dan perangkat desa diturunkan untuk melakukan pencarian ke lokasi kebun korban.

"Sekitar pukul 11.00 WIB, korban ditemukan di sekitar kebunnya dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, posisi korban terlungkup, kondisi tubuh sudah membusuk, dan di tangannya masih memegang sebilah golok," ujarnya.

BACA JUGA: Banjir Gol Laga Terakhir ! Merangin vs Muaro Jambi 3-3, Laskar Macan Kumbang Juara Grup A

Dijelaskannya, korban sehari-hari memang beraktivitas sebagai pekebun di lokasi tersebut. Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya korban belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian masih menunggu hasil identifikasi dan visum luar.

"Untuk dugaan adanya barang korban yang hilang masih dalam penyelidikan. Belum bisa kami simpulkan apa saja yang hilang dan apakah ada unsur tindak pidana," tegasnya.

Tim Inafis Polres Tanjabtim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Jambi guna dilakukan visum luar.

BACA JUGA: Curi Kabel PLN, Pemulung di Kota Jambi Diringkus Polisi

Terpisah, anak korban, Yuleng, mengungkapkan bahwa terakhir kali dirinya berkomunikasi dengan korban terjadi pada Senin, 12 Januari 2026. Saat itu, korban masih dapat dihubungi melalui telepon. Namun ketika kembali dihubungi pada Jumat, 16 Januari 2026, panggilan tidak lagi dijawab.

"Karena sudah beberapa kali ditelepon tidak ada jawaban, saya datang ke kebun bapak pada Minggu (18/1), tapi bapak tidak ada," ungkapnya.

Keesokan harinya, Senin (19/1) pagi, keluarga pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Sabak Timur. Yuleng juga menyampaikan bahwa selama ini ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit. Bahkan, dalam percakapan terakhir, korban sempat meminta agar dibawakan badik miliknya karena mengaku sedang ada masalah.

BACA JUGA: Perkuat Sinergi, Bupati Dedy Putra Jamuan Makan Malam Kajari Bungo yang Baru di Rumah Dinas

Selain itu, korban diketahui baru saja mengambil uang sekitar Rp 14 juta. Namun, saat dilakukan pengecekan di pondok kebun, uang tersebut tidak ditemukan. Badik yang biasa disimpan korban di dalam tas juga dilaporkan hilang.

Sementara barang yang ditemukan di TKP hanya berupa tas pinggang berisi uang sekitar Rp 2 juta, rokok, dan topi milik korban. Uang Rp 2 juta tersebut dipastikan bukan bagian dari uang Rp14 juta yang dilaporkan hilang.(lan)


Berita Terkait



add images