JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Hasil pengujian laboratorium terhadap makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) ratusan siswa di Kabupaten Muaro Jambi keluar. Surat hasil uji lab dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jambi sudah dikirimkan ke Pemkab Muaro Jambi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dr. Ike Silviana mengakui hasil uji Lab itu telah keluar. Hanya saja yang berhak menyampaikan keterangan hasil itu ke publik adalah Pemkab.
BACA JUGA: Satgas Saber Pantau Harga Jelang Ramadan, Bapanas Pastikan Stabil di Jambi
"Sudah ada hasilnya, namun tak boleh kami (kami yang sampaikan, red), harus ke Pemkab Muaro Jambi, surat sudah kami layangkan ke Pemkab ya, silakan kesana ya," kata Ike saat diwawancarai Jambi Ekspres (18/2/2026) siang di Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Sebelumnya, Sekretaris Tim Percepatan MBG Jambi Johansyah menyampaikan kepada Jambi Ekspres proses investigasi dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menentukan titik kontaminasi yang sebenarnya.
"Pemeriksaan masih berlangsung di Labkesda Provinsi Jambi. Ada yang memang perlu didalami lebih dalam terkait hasil makanan soto yang disajikan di Sengeti," ujar Johansyah kepada Jambi Ekspres (17/2).
BACA JUGA: Wakil Gubernur Pastikan Stok Pangan Jelang Ramadan di Jambi Aman dan Harga Stabil
Johansyah yang juga menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi ini menegaskan bahwa menu soto itu sendiri sebenarnya tidak bermasalah secara komposisi. Oleh karena itu, tim investigasi sedang mencari tahu secara spesifik di mana letak kesalahan penanganan atau pengolahan yang menyebabkan makanan tersebut terindikasi beracun.
"Menu itu sebenarnya tidak masalah. Nah, ini yang sedang kita kaji, di mana titik yang mengakibatkan siswa keracunan. Kita harus hati-hati betul menyimpulkan temuan di Muaro Jambi ini karena berdampak pada status dapur SPPG," sebutnya.
BACA JUGA: Hilal Tidak Terlihat di Jambi, Kakanwil Kemenag: Awal Ramadan Tunggu Sidang Isbat
Selama proses investigasi berjalan, operasional Satuan Pelayanan Penanggulangan Gizi (SPPG) di Sengeti, Muaro Jambi, dihentikan total. Johansyah memastikan penutupan ini berlaku hingga ada keputusan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
"Sementara kita stop dulu. Dapur tersebut melayani sekitar 3.000 siswa sekolah. Sampai nanti hasil lab keluar dan dilaporkan ke Pusat, kita menunggu keputusan Pusat seperti apa," jelas Johansyah.
