JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Tepat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menandai babak awal kepemimpinan dengan sederet program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Di tengah tekanan fiskal, dinamika global, dan ancaman perubahan iklim, Pemerintah Kota Jambi memilih fokus pada kerja konkret dengan satu payung visi: BAHAGIA — Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera.
Satu tahun pertama menjadi fase peletakan fondasi. Pemerintah kota tidak hanya menggenjot pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat perlindungan sosial, memperluas akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM dan tenaga kerja lokal.
BACA JUGA: Sebuah Mobil Terjun ke Jurang di Pendakian Bukit Tengah Siulak, Sopir Dilarikan ke Puskesmas
Program Kartu Bahagia menjadi ikon tahun pertama. Melalui skema ini, Pemkot menambahkan 49.212 kuota BPJS bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga Kota Jambi mencapai Universal Health Coverage (UHC) 100 persen.
Tak hanya itu, layanan cek kesehatan gratis telah menjangkau 111.762 jiwa. Di sektor ketenagakerjaan, jaminan sosial diberikan kepada 3.000 pekerja rentan, 1.650 Ketua RT, 1.114 Pegawai Harian Lepas (PHL), dan 1.316 petugas syara’.
BACA JUGA: Kontaminasi Bakteri pada Makanan jadi Penyebab Keracunan MBG di Muaro Jambi
Di bidang pendidikan, 2.070 siswa SD dan SMP menerima beasiswa. Program ini diperkuat dengan kesepakatan pemasangan 13.235 sambungan gas rumah tangga, dengan target jangka panjang 100 ribu sambungan. Kota Jambi juga terpilih sebagai lokasi Program Prioritas Nasional Sekolah Rakyat di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo.
Bantuan bedah rumah, sembako murah, bantuan disabilitas, internet gratis, hingga dukungan kemanusiaan saat bencana turut melengkapi intervensi sosial Pemkot.
BACA JUGA: Minta Kompensasi Warga, DPRD Kerinci Surati PLTA Batang Merangin
Upaya menekan pengangguran dilakukan melalui BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik). Lebih dari 2.000 warga telah mengikuti pelatihan, mulai dari keselamatan konstruksi, UMKM, digital marketing, hingga bisnis ekspor. Job fair yang digelar menghadirkan 13 ribu lowongan kerja, disertai workshop kewirausahaan dan program magang luar negeri.
Sementara itu, BANK HARKAT (Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat) disiapkan dengan dukungan anggaran Rp111,4 miliar bekerja sama dengan perbankan untuk kredit berbunga rendah. Sebanyak 881 UMKM disiapkan sebagai penerima program, ditambah bantuan usaha dan mesin senilai lebih dari Rp5 miliar.
