JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Perumdam Tirta Mayang kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan layanan air bersih dengan melanjutkan kerja sama strategis bersama Osaka Municipal Waterworks Bureau (OMWB), utilitas pelayanan air publik Kota Osaka, Jepang.
Program kolaborasi ini didanai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui skema JICA Partnership Program (JPP) untuk tiga tahun ke depan, dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Kerja sama yang telah terjalin sejak 2022 tersebut direncanakan berlanjut hingga 2029.
Fokus utama program ini adalah menurunkan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), serta meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni 1.
Tim dari Osaka melakukan survei lapangan pada 9–16 Februari 2026. Kegiatan meliputi penentuan lokasi pilot project penurunan kebocoran air, peninjauan IPA Broni 1, pengumpulan data teknis, hingga diskusi intensif bersama jajaran teknis Tirta Mayang.
BACA JUGA: Kaget Lihat Petugas Patroli, Pria di Tanjung Raden Buang Bungkusan Rokok Berisi Sabu
Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Wakil Wali Kota turut menyambut langsung kehadiran tim Osaka dalam jamuan makan siang pada Selasa, 10 Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Maulana menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Jambi terhadap keberhasilan program tersebut.
“Kami berkomitmen memastikan target kerja sama ini tercapai, baik dalam penurunan tingkat kebocoran maupun peningkatan kapasitas produksi dan kualitas air,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang peningkatan kompetensi sumber daya manusia Tirta Mayang melalui transfer teknologi, berbagi pengalaman, serta pelatihan langsung di Jepang.
BACA JUGA: Kejari Sungai Penuh Geledah Kantor Damkar, Sita Berangkas dan Ratusan Dokumen
Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang, Dwike Riantara, menjelaskan bahwa dalam implementasinya, pihaknya akan menerima hibah 500 material perpipaan lengkap dengan aksesoris berteknologi Jepang. Material tersebut akan dipasang pada 500 sambungan rumah di wilayah percontohan.
Selain itu, program ini juga mencakup penyusunan pedoman konstruksi dan manajemen jaringan perpipaan, pendampingan penyusunan manual operasi dan pemeliharaan, peningkatan pengelolaan kualitas air, serta pengadaan instrumen pengukuran seperti turbidity meter dan residual chlorine concentration meter.
Kolaborasi lintas negara ini menjadi langkah strategis dalam transformasi kinerja Perumdam Tirta Mayang. Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Jambi, Kementerian PUPR, JICA, dan mitra dari Jepang, Kota Jambi diharapkan mampu menjadi model pengembangan sistem penyediaan air minum yang efisien, berkualitas, dan berkelanjutan di Indonesia. (hfz)
