JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Wali Kota Jambi Maulana mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan akses anak terhadap platform digital berisiko, termasuk media sosial, sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan dan pembentukan karakter generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Maulana usai mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dan Hari Otonomi Daerah XXX tingkat Provinsi Jambi yang dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Bungo, Senin.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris yang membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
"Kami sangat mendukung adanya kebijakan pemerintah pusat dalam menerapkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun," kata Maulana.
Kebijakan tersebut salah satunya mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), yang mengatur tata kelola layanan digital untuk memberikan perlindungan bagi anak di ruang digital.
Menurut Maulana, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga bagaimana membentuk karakter generasi muda sebagai penerus bangsa.
"Kami berharap kebijakan ini dapat membentuk generasi muda yang berkarakter baik dan tidak terpengaruh oleh budaya yang tidak sesuai dengan nilai karakter bangsa," ujarnya.
Selain persoalan perlindungan anak di ruang digital, Pemkot Jambi juga terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui revitalisasi sekolah yang berada di bawah kewenangan pemerintah kota.
Maulana mengatakan, upaya tersebut telah dibahas melalui pertemuan dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa semangat pendidikan dan otonomi daerah perlu terus digaungkan karena keduanya memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan Indonesia.
"Para guru dan ASN di daerah perlu turut merasakan semangat yang sama karena keberlanjutan pembangunan sangat bergantung pada kemampuan generasi saat ini dalam melanjutkan perjuangan para tokoh terdahulu di bidang pendidikan maupun pemerintahan daerah," kata Al Haris.(*)
