iklan Tirta Mayang Turunkan Tim Cek Gangguan Air di Kenali Asam, Siapkan Bantuan Tangki Gratis
Tirta Mayang Turunkan Tim Cek Gangguan Air di Kenali Asam, Siapkan Bantuan Tangki Gratis

 

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi merespons keluhan warga RT 14 dan sejumlah kawasan di Kelurahan Kenali Asam yang mengalami gangguan pasokan air bersih selama tiga hari terakhir. Perusahaan memastikan telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Distribusi untuk melakukan pengecekan di lapangan.

Humas Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Rendi, mengatakan gangguan distribusi di kawasan tersebut segera ditindaklanjuti karena pengaliran air ke Perumahan Makakau dan sekitarnya berasal dari Booster Villa Kenali.

BACA JUGA: Air Macet Tiga Hari, Warga Kenali Asam Terpaksa Beli Air

"Segera dilakukan pengecekan ke lapangan oleh petugas Tim Reaksi Cepat Distribusi karena pengaliran Perumahan Makakau dan sekitarnya melalui Booster Villa Kenali," kata Rendi saat dikonfirmasi.

Selain melakukan pengecekan, Perumda Tirta Mayang juga mengimbau pelanggan yang mengalami gangguan layanan agar segera melapor melalui layanan pengaduan di nomor 0821-2121-9692 sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Rendi menegaskan, apabila aliran air tidak mengalir lebih dari 1x24 jam, pelanggan berhak mendapatkan bantuan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis.

BACA JUGA: Polda Jambi Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Perkuat Kebersamaan Melalui Semangat Sportivitas

"Jika ada air tidak mengalir lebih dari 1x24 jam, kami juga menyediakan bantuan air tangki gratis. Warga bisa menghubungi nomor 0821-2121-9894," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku sudah tiga hari terakhir tidak mendapatkan pasokan air. Bahkan, menurut mereka, selama hampir dua pekan terakhir distribusi air tidak normal karena hanya mengalir sekitar satu jam pada malam hari dengan tekanan yang kecil.

Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan sanitasi.

Salah seorang pelanggan, Samsurizal, mengatakan sebelumnya air masih sempat mengalir pada malam hari, namun dalam tiga hari terakhir aliran benar-benar berhenti.

BACA JUGA: Gubernur Al Haris Dorong Sungai Penuh Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan

"Biasanya malam masih mengalir. Sekarang sudah tidak mengalir lagi. Kalau siang memang di tempat kami hampir tidak pernah hidup," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Yandi. Ia berharap distribusi air segera kembali normal karena masyarakat tetap rutin membayar tagihan setiap bulan.

"Airnya hidup sebentar, habis itu mati lagi. Terpaksa ada warga yang beli air. Padahal kami rutin bayar tagihan setiap bulan. Tapi sudah tiga hari ini benar-benar tidak mengalir," katanya. (hfz)


Berita Terkait



add images