iklan Sungai Batanghari.
Sungai Batanghari.

"Airnya harus diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi masyarakat. Peruntukannya memang bukan untuk air minum secara langsung," katanya.

Untuk pengujian kualitas air tahun 2026, Deriansyah mengungkapkan pengambilan sampel telah dilakukan pada April lalu di empat titik yang sama. Namun, hasil analisis laboratorium hingga kini masih dalam proses dan belum diterima.

Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan indikasi pencemaran yang disebabkan oleh zat kimia berdasarkan hasil pemantauan sebelumnya.

"Sejauh ini, untuk pencemaran yang disebabkan oleh zat kimia belum ada yang terdeteksi," ungkapnya.

Seluruh proses pengujian dilakukan oleh Laboratorium Mutu Agung yang telah terakreditasi. Petugas laboratorium mengambil sampel langsung di lapangan, kemudian membawanya ke laboratorium di Jakarta untuk dianalisis.

Karena pengujian dilakukan secara bersamaan terhadap sampel dari berbagai daerah di Indonesia, hasil laboratorium umumnya baru diterima sekitar dua hingga tiga bulan setelah pengambilan sampel.

"Pengambilan sampel dilakukan langsung oleh petugas laboratorium yang terakreditasi. Sampelnya dibawa ke Jakarta untuk diuji. Karena dilakukan serentak dari seluruh Indonesia, hasilnya biasanya baru keluar sekitar dua sampai tiga bulan," tutup Deriansyah. (bjg)


Berita Terkait



add images