iklan Sungai Batanghari.
Sungai Batanghari.

JAMBIUPDATE.CO, TEBO – Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-Hub) Kabupaten Tebo terus memantau kualitas air Sungai Batanghari melalui pengujian baku mutu air secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat tetap terjaga.

Kepala Dinas LH-Hub Kabupaten Tebo melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH), Deriansyah, mengatakan pengujian kualitas air dilakukan secara rutin dua kali setiap tahun atau setiap semester.

BACA JUGA: Spanyol Juara Piala Dunia FIFA 2026, Taklukkan Argentina Lewat Gol Ferran Torres di Extra Time

"Pengujian baku mutu air Sungai Batanghari dilakukan secara rutin setiap semester atau dua kali dalam setahun," ujar Deriansyah, Minggu (19/7/2026).

Pengambilan sampel dilakukan di empat titik, yakni Desa Teluk Kayu Putih (Kecamatan VII Koto), Desa Teluk Kepayang (Kecamatan VII Koto Ilir), Desa Teluk Singkawang (Kecamatan Sumay), dan Desa Teluk Rendah Ilir (Kecamatan Tebo Ilir).

BACA JUGA: Tirta Mayang Turunkan Tim Cek Gangguan Air di Kenali Asam, Siapkan Bantuan Tangki Gratis

Berdasarkan hasil pengujian tahun 2025, kualitas air di Desa Teluk Kayu Putih masih berada dalam kategori baik. Sementara itu, tiga lokasi lainnya, yaitu Teluk Kepayang, Teluk Singkawang, dan Teluk Rendah Ilir, masuk kategori tercemar ringan berdasarkan status mutu air.

Meski demikian, secara umum kualitas air Sungai Batanghari di wilayah Kabupaten Tebo masih memenuhi sebagian besar parameter baku mutu. Namun, kandungan fecal coliform atau bakteri coli di beberapa titik masih terdeteksi melebihi ambang batas yang ditetapkan.

"Parameter yang masih menjadi perhatian adalah fecal coliform atau bakteri coli yang masih terdeteksi melebihi baku mutu di Sungai Batanghari," jelas Deriansyah.

BACA JUGA: Polda Jambi Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Perkuat Kebersamaan Melalui Semangat Sportivitas

Sementara itu, untuk parameter Total Suspended Solids (TSS) atau tingkat kekeruhan air, hasil pengujian menunjukkan nilainya masih berada dalam batas baku mutu untuk sungai kelas II.

"Karena Sungai Batanghari di wilayah ini masuk kategori sungai kelas II, nilai TSS atau tingkat kekeruhannya masih memenuhi baku mutu," tambahnya.

Ia menjelaskan, klasifikasi sungai kelas II berarti air sungai belum layak dikonsumsi langsung sebagai air minum dan harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu.


Berita Terkait



add images