iklan Pelindo Regional 2 Jambi mendukung implementasi Pemberitahuan Perdagangan Antarpulau Barang (PAB) di Pelabuhan Talang Duku. Kebijakan ini memperkuat digitalisasi layanan dan ekosistem logistik nasional mulai 1 Agustus 2026.
Pelindo Regional 2 Jambi mendukung implementasi Pemberitahuan Perdagangan Antarpulau Barang (PAB) di Pelabuhan Talang Duku. Kebijakan ini memperkuat digitalisasi layanan dan ekosistem logistik nasional mulai 1 Agustus 2026.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi memperkuat perannya sebagai enabler ekosistem logistik nasional dengan mendukung implementasi Pemberitahuan Perdagangan Antarpulau Barang (PAB) di Pelabuhan Talang Duku.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Coaching Clinic Implementasi PAB Tahap IV yang diselenggarakan Direktorat Sarana Perdagangan dan Logistik Kementerian Perdagangan RI bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Talang Duku.

BACA JUGA: Jalur Pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan Resmi Dibuka, Tempuh 4 Hari 3 Malam

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi, Febrianto Zenny Sulistyo Harimurti, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2024 tentang Perdagangan Antarpulau serta Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 41 Tahun 2025 mengenai penahapan pelabuhan dalam penerapan Nomor PAB sebagai syarat penerbitan akses masuk barang ke area pelabuhan.

"Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah untuk mewujudkan tata kelola perdagangan antarpulau yang lebih tertib, transparan, dan terintegrasi, sekaligus memperkuat sistem logistik nasional," ujarnya, Selasa.

BACA JUGA: Bidpropam Polda Jambi Selidiki Dugaan Keterlibatan Anggota dalam Kasus Kematian Brigadir EWS

Menurut Febrianto, Pelindo tidak hanya berperan sebagai operator pelabuhan, tetapi juga sebagai enabler yang menghubungkan kebijakan, layanan, dan kolaborasi guna menciptakan ekosistem logistik nasional yang lebih efisien dan berdaya saing.

Ia menambahkan, transformasi sektor logistik saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada integrasi sistem, digitalisasi layanan, serta penyederhanaan proses bisnis. Implementasi Nomor PAB menjadi salah satu wujud nyata transformasi tersebut.

Pelabuhan Talang Duku menjadi salah satu pelabuhan yang memasuki Tahap IV implementasi PAB. Kegiatan coaching clinic diikuti lebih dari 200 peserta secara luring maupun daring yang berasal dari regulator, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, keagenan kapal, perusahaan bongkar muat, jasa pengurusan transportasi, cargo owner, hingga pengelola Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (Tersus).

BACA JUGA: DPRD Bungo Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Selanjutnya Dievaluasi Gubernur Jambi

Sementara itu, Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kementerian Perdagangan RI, Sri Sugy Atmanto, menjelaskan implementasi PAB bertujuan membangun tata kelola perdagangan domestik yang lebih efisien melalui integrasi proses bisnis antar kementerian dan lembaga.

Menurutnya, pelaporan PAB tidak hanya meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, tetapi juga menjadi fondasi terwujudnya Satu Data Perdagangan Antarpulau yang akurat sebagai dasar perencanaan, pengawasan, dan pengambilan kebijakan pemerintah. Sistem ini juga diharapkan mampu menghilangkan duplikasi pelaporan serta mempercepat implementasi National Logistic Ecosystem (NLE).

Sri Sugy mengajak seluruh pelaku usaha memanfaatkan masa persiapan sebelum implementasi Tahap IV diberlakukan pada 1 Agustus 2026, sehingga proses pelaporan PAB dapat berjalan optimal.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, selama periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026 volume perdagangan yang dilaporkan melalui Pelabuhan Talang Duku mencapai 3.685,74 ton, dengan komoditas yang didominasi minyak sawit beserta turunannya serta berbagai kebutuhan pokok masyarakat.

Pelindo Regional 2 Jambi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung implementasi PAB melalui integrasi layanan kepelabuhanan dan penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan sistem logistik nasional yang semakin modern, efisien, dan terintegrasi.(*)


Berita Terkait



add images