iklan 15 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Tanjab Barat, Pemadaman Terkendala Kanal Kering
15 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Tanjab Barat, Pemadaman Terkendala Kanal Kering

JAMBIUPDATE.CO, KUALA TUNGKAL – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat). Kali ini, sekitar 15 hektare lahan gambut di Dusun Bumiayu, Desa Bram Itam Raya, Kecamatan Bram Itam, terbakar selama dua hari, 12 dan 13 Agustus 2026.

Camat Bram Itam, Rendriawan Akbar, membenarkan adanya kebakaran lahan gambut tersebut. Ia mengatakan, pada 12 Agustus sekitar lima hektare lahan berhasil dipadamkan, sementara pada 13 Agustus api kembali membakar sekitar 10 hektare lahan.

BACA JUGA: Dihajar Jawa Tengah 3-1 di Laga Kedua, Banteng Jambi United Terpuruk di Dasar Klasemen

“Pemadaman kebakaran hutan dan lahan ini langsung dilakukan tim gabungan setelah adanya laporan kebakaran hutan,” ujar Rendriawan saat dikonfirmasi.

Lokasi kebakaran berada di kawasan dengan topografi datar dan didominasi vegetasi semak belukar. Berdasarkan informasi yang disampaikan camat, lokasi tersebut berstatus kawasan hutan lindung gambut.

BACA JUGA: Sekber PSDH Desak Evaluasi Total Tata Air Gambut

Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya akses menuju lokasi yang cukup sulit. Medan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dengan jarak sekitar tujuh kilometer.

Selain akses, kondisi sumber air juga menjadi persoalan. Sejumlah kanal di sekitar lokasi mengalami kekeringan akibat musim kemarau sehingga menyulitkan tim gabungan mendapatkan pasokan air untuk proses pemadaman.

“Kita kesulitan karena sumber air seperti kanal-kanal mengalami kekeringan,” katanya.

Rendriawan menambahkan, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

BACA JUGA: Maulana Turunkan Psikolog dan Inspektorat, Usut Dugaan Intimidasi Guru SDN 64 Kota Jambi

“Penyebab kebakaran saat ini masih dalam proses penyelidikan kepolisian,” ungkapnya.

Tim gabungan terus melakukan penanganan di lokasi untuk mencegah api meluas ke area lahan gambut lainnya. Kondisi lahan yang kering selama musim kemarau menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman karhutla di wilayah tersebut.(sun)


Berita Terkait



add images