JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi bergerak cepat merespons memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ribuan masker dibagikan kepada masyarakat pada Senin (24/8) sebagai langkah perlindungan dini dari paparan kabut asap.
Aksi tersebut dipimpin langsung Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno bersama jajaran Forkopimda. Pembagian masker dilakukan di dua titik keramaian, yakni Simpang Tugu Juang di jalur Lintas Timur Sengeti dan depan SMP Negeri 6 Muaro Jambi.
BACA JUGA: Kejati Jambi Bantah Isu Penggeledahan Rumah Pengusaha Batu Bara Ade Erlanda
Bupati didampingi Sekretaris Daerah Muaro Jambi Budhi Hartono, S.Sos., MT., Kepala Kejaksaan Negeri Muaro Jambi Karya Graham Hutagaol, S.H., M.Hum., serta perwakilan Polres Muaro Jambi dan Kodim 0415/Jambi.
Personel TNI dan Polri turut turun ke lapangan membagikan masker kepada pengendara, pedagang, maupun warga yang beraktivitas di luar rumah.
Bupati BBS mengatakan, langkah cepat tersebut dilakukan karena kondisi kabut asap semakin pekat dan mulai dirasakan di wilayah Muaro Jambi.
“Kami melihat kabut asap sudah sangat pekat, tidak hanya di Kota Jambi tetapi juga di Kabupaten Muaro Jambi. Maka hari ini kita bergerak cepat membagikan masker agar masyarakat terlindungi dari dampak ISPA,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar diminta selalu menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap paparan asap.
Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.
“Pesan saya kepada masyarakat Muaro Jambi, mari kita sama-sama menjaga kesehatan keluarga. Hindari membakar lahan dan bersama-sama kita cegah karhutla. Pemerintah daerah akan terus siaga dan berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk pemadaman,” tegasnya.
BACA JUGA: Karhutla Picu Kabut Asap di Jambi, Gubernur Al Haris Siapkan Kebijakan Sekolah
Pemkab Muaro Jambi memastikan pembagian masker akan terus dilakukan di sejumlah titik yang terdampak kabut asap. Langkah tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan hingga kualitas udara kembali membaik.
Selain perlindungan kesehatan, pemerintah daerah juga kembali mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Warga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang rawan memicu meluasnya kebakaran. (wan)
