JAMBIUPDATE.CO, MUARA BUNGO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo melakukan pengukuran kualitas udara menyusul kabut asap yang semakin tebal di ruang udara kabupaten Bungo.
Alat pengukur Particulate Matter 10 atau PM10 mulai dipasang di halaman Kantor DLH Bungo sejak Rabu pagi (26/8/2026) untuk mengetahui sebatas mana pencemaran udara saat ini.
BACA JUGA: Menteri Kehutanan Turun Gunung, Pantau Langsung Karhutla Gambut di Tanjabtim
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Bungo, Dasmardi mengatakan alat tersebut akan beroperasi selama 24 jam. Pengukuran itu dilakukan untuk memperoleh data mengenai kondisi kualitas udara akibat kabut asap
"Alat ini dipasang selama 24 jam. Hasilnya baru diketahui besok. Dengan pengukuran ini, kita bisa mendapatkan data yang jelas mengenai kondisi kualitas udara dan dampak asap yang terjadi,” ungkap Dasmardi.
BACA JUGA: Api Mengamuk di Bungo, Belasan Rumah Warga Terbakar
Menurutnya, pengukuran sebelumnya sempat terkendala karena ketersediaan kertas saring pada alat tersebut. Namun pihak DLH Bungo langsung meminta bantuan kepada DLH Provinsi Jambi.
“Alhamdulillah permintaan kami langsung ditanggapi. Kertas saring tersebut sudah dikirim dari DLH Provinsi Jambi dan tiba kemarin, sehingga pagi ini langsung dipasang,” papar Dasmardi.
Hasil pengukuran selama 24 jam tersebut nantinya menjadi salah satu dasar bagi DLH Bungo untuk melihat kondisi kualitas udara ditengah kabut asap yang menyelimuti wilayah kabupaten Bungo.
Dasmardi juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak mengabaikan kondisi udara, terutama jika kabut asap semakin pekat atau kualitas udara menunjukkan penurunan.
“Kami berharap hasil pengukuran ini bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi kualitas udara di Bungo. Masyarakat juga kami imbau tetap waspada bila beraktivitas diluar ruangan jika kondisi asap semakin pekat,” pungkasnya.(aes)
