JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lahan masyarakat di Blok B, Desa Rawasari, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Selasa (25/8) malam, kini telah padam.
Camat Berbak Nopi Ardiansyah mengatakan, meski kobaran api sudah berhasil dipadamkan, sejumlah titik masih mengeluarkan asap. Petugas pun masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
"Sekarang lokasi sedang dilakukan pendinginan," katanya.
Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan sekitar 7 hektare lahan masyarakat. Penanganan di lapangan dilakukan bersama perusahaan, masyarakat dan petugas pemadam kebakaran kecamatan.
Untuk mencegah api kembali merambat, dilakukan penyekatan menggunakan alat berat milik pribadi masyarakat. Proses pemadaman juga menghadapi kendala karena sumber air sulit didapat, ditambah kondisi angin yang cukup kencang.
BACA JUGA: Polda Jambi Tangani 62 Kasus Karhutla, 8 Orang Jadi Tersangka
Kepala Daops Bukit Tempurung Manggala Agni, Sandy, mengatakan pihaknya sebelumnya telah menyelesaikan penanganan karhutla di Lagan Ilir yang berlangsung sejak 22 hingga 25 Agustus 2026.
"Lagan Ilir sudah selesai. Beberapa hari pemadaman, dari 22 sampai 25 Agustus 2026 sudah clear," ujar Sandy.
Setelah lokasi Lagan Ilir dinyatakan clear, personel Manggala Agni langsung bergeser ke Rawasari. Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, petugas juga memantau kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang, termasuk sekitar Simpang Datuk yang oleh sebagian warga disebut Rasau.
BACA JUGA: Enam ASN di Batang Hari Ajukan Cerai, Pemohon Perempuan Mendominasi
Petugas masih disiagakan untuk memastikan bara api benar-benar padam dan tidak muncul kembali titik api di kawasan tersebut.(lan)
