iklan Satgas Karhutla Jambi Tinjau Kesiapsiagaan Posko dan Sarana Penanganan di Tanjab Barat
Satgas Karhutla Jambi Tinjau Kesiapsiagaan Posko dan Sarana Penanganan di Tanjab Barat

JAMBIUPDATE.CO, KUALA TUNGKAL – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menyambut kunjungan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Jambi dalam rangka monitoring dan evaluasi kesiapsiagaan penanganan karhutla di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kegiatan berlangsung di Posko Satuan Tugas Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi, Desa Suban, Kecamatan Batang Asam. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan posko, personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

BACA JUGA: Ekspor Pinang Jambi Tembus Rp1,3 Triliun, Barantin Bantu UMKM Masuk Pasar Global

Rombongan Satgas Karhutla Provinsi Jambi dipimpin Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M. Turut hadir Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., bersama unsur BPBD Provinsi Jambi, Korem 042/Garuda Putih, Polda Jambi dan Denpom II/2 Jambi.

Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan sinergi dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, perusahaan hingga masyarakat.

BACA JUGA: Kejati Jambi Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Tanah Ujung Jabung, Kerugian Negara Rp11,9 Miliar

“Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama, kesiapsiagaan dan respons cepat dari seluruh unsur. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, perusahaan dan masyarakat harus terus diperkuat,” ujar Katamso.

Ia juga menekankan pentingnya mengedepankan langkah pencegahan melalui pemantauan wilayah rawan, deteksi dini serta edukasi kepada masyarakat. Dengan upaya tersebut, potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang lebih luas.

Setelah melakukan monitoring di Posko Terpadu, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada personel yang bertugas di lapangan. Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan dan perhatian terhadap petugas yang berada di garis depan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

BACA JUGA: Kejari Sungai Penuh Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Dana Damkar, Kerugian Negara Rp1,37 Miliar

Rombongan kemudian meninjau display pemantauan titik panas atau hotspot di PT WKS Distrik V. Melalui sistem tersebut, rombongan melihat secara langsung mekanisme pemantauan titik panas sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pengawasan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Selanjutnya, rombongan meninjau gudang perlengkapan dan peralatan penanganan karhutla di PT WKS Distrik V. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana pendukung yang dapat digunakan apabila terjadi kebakaran di wilayah kerja perusahaan maupun kawasan sekitarnya.

Monitoring dan evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel, sistem pemantauan serta dukungan peralatan. Dengan kesiapan tersebut, penanganan karhutla di lapangan diharapkan dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terkoordinasi.


Berita Terkait



add images