iklan Paginya Salat Istisqa, Alhamdulillah Sore Hujan Guyur Kota Jambi
Paginya Salat Istisqa, Alhamdulillah Sore Hujan Guyur Kota Jambi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Setelah hampir dua bulan dilanda kemarau dan kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat Kota Jambi akhirnya kembali merasakan hujan, Kamis sore (10/9/2026).

Hujan turun di sejumlah wilayah Kota Jambi pada Kamis sore, beberapa jam setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat menggelar Salat Istisqa untuk memohon pertolongan Allah SWT agar kemarau segera berakhir.

BACA JUGA: Cegah Kecelakaan di Jalan, Denpom II/2/C Jambi Bekali Prajurit dengan Safety Riding dan Driving

Momen tersebut menjadi perhatian sekaligus disambut penuh rasa syukur masyarakat. Sebab, hujan datang ketika Kota Jambi tengah menghadapi persoalan serius akibat kemarau panjang, mulai dari ancaman karhutla, memburuknya kualitas udara, hingga keterbatasan air bersih.

Salat Istisqa digelar dengan dihadiri Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., jajaran Pemkot Jambi, Forkopimda, alim ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.

BACA JUGA: Kapolda Jambi Pimpin Sertijab Kabid Propam, Kabid Keu dan Tiga Kapolres

Salat diimami Tuan Guru H. Ramzi Sulaiman, sedangkan khutbah disampaikan Ustaz Prof. Dr. Supian Ramli, M.Ag. Jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah, memperbanyak istighfar, memohon ampunan dan berdoa agar hujan segera diturunkan.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, Salat Istisqa bukan sekadar seremoni. Menurutnya, pelaksanaan ibadah tersebut menjadi momentum untuk menyadari keterbatasan manusia sekaligus memperkuat ikhtiar lahir dan batin menghadapi kemarau.

“Kehadiran kita semua di sini bukan dalam rangka perayaan. Kita hadir sebagai hamba Allah yang lemah dan dhaif. Tidak ada daya dan kekuatan yang kita miliki kecuali atas pertolongan Allah SWT,” ujar Maulana.

BACA JUGA: ISPU Tembus 239, Belajar Daring di Muaro Jambi Kembali Diperpanjang

Dia menyebut kemarau panjang telah menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat. Salah satunya meningkatnya potensi karhutla yang kemudian memperburuk kualitas udara.

“Karhutla menyebabkan pencemaran udara dan kualitas ISPU yang tinggi. Dampaknya juga kita rasakan terhadap kesehatan masyarakat, seperti meningkatnya risiko penyakit ISPA, konjungtivitis, diare, serta terganggunya berbagai aktivitas masyarakat,” katanya.

Persoalan lain yang tak kalah serius adalah ketersediaan air. Maulana mengatakan permukaan air tanah terus menyusut sehingga kebutuhan air bersih masyarakat harus dipenuhi melalui distribusi menggunakan mobil tangki.

“PDAM saat ini setiap hari berkeliling di Kota Jambi mendistribusikan sekitar 35 tangki air kepada masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu, Maulana mengajak masyarakat memperbanyak istighfar, zikir, sedekah dan infak. Selain memperbaiki hubungan dengan Allah, masyarakat juga diminta memperbaiki hubungan dengan lingkungan.

“Sampah harus kita jaga, drainase dan saluran air harus kita rawat, sungai juga harus kita jaga. Ini bagian dari ikhtiar kita untuk mendapatkan keberkahan Allah SWT,” tegasnya.

Sementara itu, Khatib Salat Istisqa, Prof. Dr. Supian Ramli, menekankan bahwa Salat Istisqa harus menjadi momentum perubahan spiritual, bukan sekadar ritual meminta hujan.

“Salat Istisqa yang kita laksanakan hari ini bukan hanya ritual, syariat, atau formalitas untuk memohon hujan dari langit. Ini adalah ikhtiar dan momentum revolusi spiritual total bagi kita,” ujarnya.

Dia mengajak jamaah meninggalkan kesombongan, memperbanyak istighfar, berselawat, bersedekah dan melakukan taubat nasuha.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemkot Jambi juga menghadirkan hewan ternak berupa kambing dan sapi. Selain itu, dilakukan pengumpulan infak dan sedekah melalui program Baznas Kota Jambi bertajuk “Berbagi untuk Umat, Menebar Manfaat, Membangun Negeri”.

Dari jamaah dan unsur Forkopimda, terkumpul infak dan sedekah sebesar Rp10.710.600 yang selanjutnya disalurkan melalui program Baznas Kota Jambi.

Di tengah kondisi kemarau dan ancaman karhutla, Pemkot Jambi juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan. Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Pemkot menegaskan penanganan kemarau, karhutla dan pencemaran udara membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Doa yang dipanjatkan pada pagi hari itu kemudian disambut hujan pada sore harinya. Hujan turun dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Kota Jambi. (hfz)


Berita Terkait



add images