iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Gubernur Jambi Al Haris bersama Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, Rabu lalu (16/9/2026) tidak hanya memantau pemadaman Karhutla di Londrang.

Keduanya juga melihat langsung uji coba zat khusus yang digunakan untuk memadamkan api di lahan gambut.

Dalam upaya percepatan penanganan, tim menguji dua jenis zat pemadam, dalam bentuk cairan dan serbuk, diantaranya kimia berbasis air dengan campuran surfaktan aqueous film forming foam (AFFF) jenis foam 44.

Ada dua jenis zat yang diuji, yakni berbentuk cairan dan serbuk. Keduanya diuji untuk melihat mana yang lebih efektif dalam memadamkan api dan membasahi lapisan gambut.

Seperti apa zat tersebut?

Dikutip dari berbagai sumber, Surfaktan Aqueous Film Forming Foam (AFFF) adalah cairan busa pemadam kebakaran berbasis air yang dicampur dengan surfaktan hidrokarbon dan fluorokarbon (surfaktan fluor/fluoro-surfactant) untuk memadamkan api kelas A dan B.

Istilah spesifik "jenis foam 44" atau yang sering dikenal secara lokal sebagai Nusantara Foam 44 atau sejenisnya merujuk pada formula cairan busa pemadam mekanik buatan lokal/nasional (atau spesifikasi taktis tertentu) yang dirancang untuk keperluan pemadaman api, termasuk uji coba penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Karakteristik dan Cara Kerja

Penurunan Tegangan Permukaan: Surfaktan dalam cairan ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air secara drastis sehingga air mampu membentuk lapisan film tipis berair (aqueous film) di atas permukaan cairan yang mudah terbakar (seperti bensin atau minyak).

Menutup Oksigen: Busa mengapung di atas bahan bakar untuk menutup pasokan oksigen dan mendinginkan titik api agar tidak menyala kembali.

Efisiensi Air: Membantu meminimalkan kerusakan akibat air berlebih (water damage) saat penyemprotan di area tertentu.

Penggunaan Umum

Digunakan pada Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis busa atau sistem instalasi pipa pemadam (foam system).Efektif untuk mengatasi kebakaran Kelas A (benda padat seperti kayu, kertas, kain) dan Kelas B (cairan mudah terbakar seperti minyak dan solar).

“Mana yang lebih bagus, lebih mematikan dan lebih tahan. Artinya begitu disemprotkan, zat ini bisa membasahi ketebalan gambut,” ujar Gubernur Al Haris. (pas/*)


Berita Terkait



add images