JAMBIUPDATE.CO, SUNGAIPENUH — Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh mengeluarkan surat imbauan terkait penyelenggaraan layanan pendidikan di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam surat bernomor B/400.3.5/269/IX/2026/DISDIK.3 tertanggal 18 September 2026, satuan pendidikan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara.
Imbauan tersebut didasarkan pada sejumlah data, di antaranya laporan kualitas udara dari Dinas Lingkungan Hidup yang menunjukkan peningkatan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), serta data Dinas Kesehatan terkait meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak usia sekolah.
BACA JUGA: Izin Diskotik Belum Ada, Pemprov Jambi Minta Andrew’s Party Mart Hentikan Aktivitas
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh Bovi menegaskan bahwa kondisi ini berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik, tenaga pendidik, serta proses belajar mengajar. Oleh karena itu, sekolah diminta untuk terus memantau kondisi lingkungan masing-masing dan menyesuaikan metode pembelajaran.
“Apabila kondisi udara tidak memungkinkan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka, maka satuan pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring,” demikian isi imbauan tersebut.
BACA JUGA: Oknum PNS di Merangin Diduga Tipu Korban Rp541 Juta Modus Lelang Kendaraan dan Excavator
Selain itu, pihak sekolah juga diminta memberikan perhatian khusus kepada siswa yang memiliki kondisi kesehatan rentan terhadap dampak kabut asap, serta memastikan proses pembelajaran daring tetap memperhatikan capaian tujuan pendidikan tanpa membebani peserta didik.
Dinas Pendidikan juga mengingatkan agar seluruh tenaga pendidik tetap menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku dan berkoordinasi jika diperlukan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, hingga saat ini kebijakan serupa belum diberlakukan di Kabupaten Kerinci. Perbedaan langkah ini menunjukkan adanya penyesuaian kebijakan berdasarkan kondisi wilayah masing-masing.
Dengan adanya imbauan ini, sekolah-sekolah di Kota Sungaipenuh kini memiliki dasar untuk melaksanakan pembelajaran daring guna menjaga kesehatan siswa di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.(Hdp)
