JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI - Kedatangan Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), ke lokasi aksi unjuk rasa stockpile pasir milik CV Lintas Makmur Sejahtera di RT 03, Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota, Senin (26/10), belum sepenuhnya meredakan ketegangan.
Di tengah berlangsungnya aksi, warga tetap pada tuntutan utama mereka, meminta agar stockpile pasir harus ditutup.
BACA JUGA: Protes Aktivitas Tambang Pasir, Warga Tutup Jalan Lintas Timur di Penyengat Olak
Massa menilai persoalan yang selama ini meresahkan masyarakat tidak cukup diselesaikan dengan pertemuan dan ajakan berdialog, tetapi membutuhkan keputusan nyata dari pemerintah daerah.
Kedatangan BBS disambut warga yang masih bertahan di depan lokasi stockpile. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan sesuai harapan masyarakat.
Eri salah seorang warga mengatakan, bahwa Bupati belum bersedia menandatangani tuntutan warga yang meminta penutupan stockpile pasir tersebut.
BACA JUGA: Operasi Patuh Siginjai 2026 Dimulai, Kapolresta Jambi Sasar 7 Pelanggaran Lalu Lintas
“Pak Bupati belum mau tanda tangan tuntutan dari kami,” katanya.
Menurut Eri, warga membutuhkan kepastian sikap pemerintah terkait keberadaan stockpile yang menjadi sumber keresahan masyarakat setempat. Karena itu, mereka memilih tetap bertahan hingga ada solusi dan keputusan yang jelas.
“Kita minta stockpile ini ditutup. Kalau tidak ditutup, kami terus berada di sini,” tegasnya.
Di tengah aksi yang masih berlangsung, BBS disebut mengajak perwakilan warga untuk mengikuti rapat di Kantor Bupati Muaro Jambi siang ini guna membahas persoalan tersebut.
BACA JUGA: Lahan Kosong di Sungai Landai Terbakar, Damkar Habiskan 4.000 Liter Air
Namun, ajakan itu tidak serta-merta membuat massa membubarkan diri. Warga memilih tetap berada di depan lokasi stockpile sembari menunggu perkembangan dan tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Eri menegaskan, masyarakat ingin Bupati datang membawa solusi konkret, bukan sekadar ajakan untuk kembali membahas persoalan di ruang rapat.
“Bupati mengajak kami rapat di kantor bupati. Kami bersama masyarakat lainnya tetap di sini menunggu Pak Bupati datang membawa solusi dan keputusan,” sampainya.
Hingga berita ini ditulis, aksi unjuk rasa masih berlangsung. Arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan, sementara masyarakat masih melakukan penutupan separuh badan jalan. (wan)
