JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Gang Tengah di Kota Jambi menyimpan cerita kejayaan perdagangan perhiasan perak. Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, kawasan ini begitu dikenal masyarakat dengan julukan Gang Perak karena dipenuhi puluhan toko yang menjual berbagai jenis perhiasan berbahan perak.
Kala itu, Gang Tengah menjadi salah satu destinasi belanja favorit, khususnya bagi kaum perempuan. Beragam model perhiasan ditawarkan pedagang, mulai dari cincin, gelang, kalung hingga anting-anting.
BACA JUGA: 32.214 Bikers Honda Meriahkan Honda Bikers Day 2026, Persaudaraan Lintas Generasi Makin Kuat
Perhiasan perak produksi Jambi dikenal memiliki kualitas yang baik. Selain desainnya yang cantik dan beragam, tampilannya juga sekilas menyerupai emas putih. Keunggulan tersebut membuat perhiasan perak banyak diminati masyarakat.
Namun, kejayaan Gang Perak kini tinggal kenangan. Suasana kawasan tersebut tidak lagi seramai dahulu. Menurunnya minat masyarakat terhadap perhiasan perak turut berdampak pada berkurangnya jumlah pedagang yang bertahan.
Kondisi itu diakui Uda, salah seorang pengelola toko perak di Gang Tengah. Ia menceritakan, pada masa kejayaannya hampir seluruh kios di kawasan tersebut dipenuhi toko perhiasan perak.
“Dulu hampir semua kios diisi toko perak. Jumlahnya mencapai puluhan. Sekarang hanya hitungan jari, ada yang pindah ada yang berhenti usaha ini,” ungkapnya.
Kini, beberapa toko yang masih bertahan menjadi saksi perjalanan panjang Gang Tengah sebagai salah satu pusat perdagangan perhiasan perak yang pernah populer di Kota Jambi.
Meski tak lagi seramai masa lalu, kawasan ini masih menyimpan daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin bernostalgia sekaligus mencari perhiasan perak khas Jambi.
BACA JUGA: Air Danau Kerinci Surut Hampir Dua Meter, Distribusi PDAM Terganggu
Bagi masyarakat yang penasaran dengan jejak kejayaan Gang Perak, tak ada salahnya mampir ke Gang Tengah dan ikut meramaikan kembali pusat perhiasan perak legendaris di Kota Jambi. (dpc)
