Rabu, 17 Oktober 2018
Berita Jambi Paling Update


(Benarkah) Indonesia Akan Bubar Pada Tahun 2030?

Minggu, 25 Maret 2018 - 23:48:17 WIB | Dibaca: 561 pembaca
Deki.R.Abdillah.

Oleh : Deki.R.Abdillah

Ratusan tahun silam, para pejuang dan pendiri bangsa kita bertumpah darah untuk memerdekakan Indonesia. Kini, setelah hampir 73 tahun kemerdekaan itu diraih, negara ini sedikit banyak berhasil berkembang dan berusaha untuk menjadi lebih baik dengan berbagai rezim pemerintahan yang sudah berganti.

Bagaimana pendapat anda jika kemudian ada tokoh masyarakat yang secara “sadar” mengatakan bahwa negara kita tercinta ini akan bubar pada tahun 2030 yang akan datang?

Pidato Prabowo yang menjadi kontroversi

Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba saja ketua umum partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dalam video yang diunggah oleh akun resmi partai Gerindra di laman facebook mereka pada hari senin ( 19/3/2018) mengatakan sebuah prediksi bahwa indonesia akan bubar pada tahun 2030 yang akan datang. Sontak saja hal tersebut menjadi perbincaan hangat ditengah masyarakat dan video tersebut menjadi viral karena banyak masyarakat yang penasaran bagaimana sebenarnya yang diucapkan oleh tokoh masyarakat tersebut.

Hal yang membuat ucapan Prabowo tersebut menjadi polemik adalah sumber yang dikutip prabowo ketika mengatakan indonesia akan bubar pada tahun 2030 adalah dari sebuah buku novel bersifat fiksi dan bukan berdasar data yang akurat serta dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Sumber yang dikutip Prabowo adalah novel “Ghost Fleet” karangan dari P.W. Singer dan August Cole. Menjadi hal yang patut dipertanyakan tentunya bagaimana politisi sekelas Prabowo yang notabennya adalah ketua umum partai besar dan digadang-gadang sebagai calon presiden pada pilpres yang akan datang menggunakan novel fiksi sebagai sumber kutipan pidato politiknya terlebih dihadapan mahasiswa-mahasiswa kampus terkenal Universitas Indonesia.

Berbagai reaksi kemudian bermunculan ditengah masyarakat, begitu juga dari kalangan politisi. Sebagian dari mereka menyayangkan pernyataan prabowo tersebut. Ditengah optimisme yang tumbuh dibawah rezim yang sedang berkuasa, ketua partai oposisi menyatakan pernyataan yang bersifat destruktif. Kita tentunya bebas berpendapat, namun alangkah lebih baiknya jika pendapat atau kritik tersebut menggunakan data yang akurat apa lagi bagi politisi sekelas Prabowo sangat disayangkan tentunya.

Pesimisme Prabowo melawan Optimisme Jokowi

Pidato Prabowo tersebut seakan menunjukkan pesimisme yang luar biasa dikalangan partai oposisi, berkali-kali memang partai oposisi “menyerang” pemerintahan Jokowi-JK yang jujur saja harus dikatakan sebagian besar diantaranya adalah kritik-kritik destruktif yang terkesan dipaksakan dan tak berdasar. Seperti beberapa waktu lalu saat ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (Amin Rais) bahwa kebijakan bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan oleh presiden Jokowi adalah “Pengibulan”. Bayangkan sosok bapak reformasi sekelas Amin Rais dapat mengeluarkan statement tanpa data dan terkesan kritik yang dituduhkan ke Jokowi sangat dipaksakan serta hanya didasari pada ketidaksukaan individu saja.

Memang dibawah rezim yang berkuasa sekarang kita bisa melihat bahwa pembangunan memang menjadi fokus pekerjaan utama yang dilakukan oleh pemerintah. Menjelang pemilihan umum presiden dan legislatif tahun depan, dari berbagai hasil lembaga survey menggambarkan dengan jelas elektabilitas presiden Jokowi seakan tak terbendung ditambah dengan dukungan partai politik pro pemerintah yang kuat rasanya wajar jika partai oposisi begitu bernafsu mencari-cari kesalahan Jokowi. Namun sebenarnya pemahaman demikian adalah pemahaman yang keliru, karena sebenarnya oposisi adalah pihak yang berada diluar lingkungan pemerintah (legislatif) yang mengawasi jalannya pemerintahan namun juga bersama-sama membangun negara bukan malah sibuk mencari-cari kesalahan pemerintah namun juga tidak bisa memberikan solusi yang nyata.

Sesulit apapun harus tetap optimis

Mengutip pernyataan dari Presiden Joko Widodo ketika dimintai tanggapannya mengenai pidato Prabowo mengenai Indonesia bubar pada tahun 2030, beliau mengatakan bahwa sesulit apapun keadannya kita harus tetap optimis menatap masa depan bangsa ini kedepannya. Jadikan anggapan bahwa negara ini akan bubar dimasa mendatang menjadi sebuah peringatan dan tantangan generasi-generasi millenilal bangsa untuk dapat berbuat lebih baik membawa perubahan bagi bangsa ini kedepannya. Tentunya hal ini tidak dapat dilakukan apabila para wakil rakyat kita tidak memberikan contoh yang baik tentang bagaimana menjalankan pemerintahan yang memihak dengan rakyat bukan malah saling kritik menjatuhkan satu sama lain yang sama sekali tidak diharapkan oleh masyarakat.

Pada akhirnya penulis berharap bahwa generasi muda yang ada dapat memaknai anggapan dari Prabowo Subainto bahwa negara kita akan bubar pada tahun 2030 yang akan datang sebagai sebuah peringatan dan tantangan yang harus kita jawab bersama-sama. Kita jawab dengan menjadi generasi millenial yang dapat berkontribusi nyata baik bagi negara dan ditengah masyarakat karena hanya ditangan pemuda-pemudi yang baik bangsa ini akan menjadi lebih baik pula kedepannya. Semoga saja.

Penulis adalah Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi


Berikan Komentar via Facebook :

Advertisement





Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /