Sabtu, 22 Juli 2017
Berita Jambi Paling Update


Peran Pemuda Dalam Menjaga Keutuhan NKRI

Selasa, 06 Desember 2016 - 22:05:09 WIB | Dibaca: 1099 pembaca
Habibi rahman.

NEGARA Indonesia adalah Negara keempat terbanyak jumlah penduduknya. Berdasarkan Badan Pusat Statistik memproyeksikan penduduk pada tahun 2014 terdapat balita dan anak usia 0-9 tahun jumlahnya mencapai 47,2 juta, remaja 10-24 tahun 65,7 juta serta lansia (usia 60 tahun ke atas) berjumlah 20,8 juta jiwa. Jadi kesimpulannya adalah Jumlah pemuda di Indonesia dari usia 10-24 tahun mencapai 27% dari jumlah penduduk Indonesia . Itu menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai bibit-bibit unggul yang harus diperhatikan dengan baik.

Peran pemuda dalam keutuhan NKRI ini sangatlah besar, sehingga segala yang berhubungan dengan kebangsaan harus diperhatikan oleh pemerintah pusat. Kita juga mengetahui bahwa Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda. Kaum Muda Indonesia adalah masa depan Bangsa ini. oleh Karena itu, setiap pemuda Indonesia, baik yang masih berstatus pelajar, mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan faktor-faktor penting yang sangat diandalkan oleh Bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan juga mempertahankan kedaulatan Bangsa serta keutuhan NKRI.

Sejak zaman dahulu sebelum Indonesia menyatakan dirinya merdeka, para generasi muda saat itu sangatlah penting sehingga para pemuda dahulu dapat membebaskan Indonesia ini dari tangan belanda dan jepang. Bahkan setelah kemerdekaan pun para generasi pemuda Indonesia masih berperan aktif dalam memajukan Indonesia tercinta ini. rasa peduli dan nasionalis pemuda zaman dahulu sangatlah tinggi untuk memajukan Negara Indonesia ini.

Catatan sejarah bangsa ini menempatkan peran pemuda sebagai pilar dan motor untuk mencapai kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Di mulai dari Budi Utomo tahun 1908, Sumpah pemuda tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945.Pada tanggal 28 oktober 1928 para pemuda dahulu mendeklarasikan diri mereka untuk menegakkan cita-cita bangsa Indonesia yakni terbebas dari para penjajah negeri ini. zaman sekrang ini tugas para pemuda bukanlah lagi berperang atau hal semacamnya. Karena perbedaan zaman, tugas terpenting pemuda saat ini adalah dengan menanamkan nilai-nilai pancasila di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Jika kita melihat masyarak pemuda saat ini sudah mulai meninggalkan bahkan melupakan nilai-nilai pancasila, yang merupakan ideologi dan jati diri suatu bangsa Indonesia, seolah-olah para pemuda Indonesia saat ini tidak memiliki semangat nasionaliseme terhadap bangsa ini yang berbeda dengan zaman dahulu sebelum kemerdekaan.

Mengapa terjadi demikan..? itu disebabkan oleh kemajuan teknologi yang semakin canggih sehingga para pemuda saat ini terlena dan bahkan lupa dengan tugas-tugas mereka sebagai pelopor dan pemegang tongkat estafet pembangunan untuk kedepannya. Disamping itu sebab yang lain merosotnya peran pemuda adalah tidak adanya kepercayaan dari golongan tua kepada golongan muda untuk mengadakan transfer ilmu, pengalaman dan kewenangan didalam pemerintahan maupun non-pemerintah. Selain itu, para pemuda saat ini terlalu mengikuti gaya trend kebarat-baratan yang merupakan salah satu dampak yang menyerang pada generasi muda bangsa ini. banyak dari para generasi muda kita melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak postitif, seperti mabuk-mabukan, berjudi, merokok, narkoba, pergaulan bebas dan masih banyak lagi aktivitas negatif yang sering kita lihat di lingkungan sekitar kita.

Selain itu kebanyakan dari mahasiswa tidak memberdayagunakan forum-forum diskusi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kenegaraan bahkan mereka enggan memasukinya. Sebaliknya, tempat-tempat hiburan malah disukai mahasiswa hingga mereka berbondong-bondong untuk menghadirinya. Bila seperti ini terjadi dan moral dari para generasi muda kita sudah rusak, maka bisa jadi bangsa kita kembali dijajah oleh Negara lain. Saat ini saja kita telah melihat begitu besar kekayaan alam Indonesia tercinta kita ini yang diperogoti dan diperebut oleh Negara-negara lain ditambah hutang Indonesia yang kian menambah kepada bangsa lain atas ulah para generasi muda yang rusak moral. Hal inilah yang perlu dijaga oleh kita semua para generasi muda harus dilindungi, diayomi, dan diberi pendidikan yang baik.

Oleh karena itu, para generasi muda haruslah memiliki rasa nasionalisme yang tertanam didalam dirinya serta harus dapat menyikapi perkembangan yang terjadi didunia ini. ambillah selalu sisi positifnya dan tinggalkan sisi negatifnya. Memiliki semangat jiwa muda yang dapat membangun Negara Indonesia yang mandiri, bersatu dan damai walaupun berbeda agama, suku, dan budaya, dapat berpikir Rasional, Demokratis, dan Kritis dalam menuntaskan segala masalah yang ada di Negara kita. Dengan cara cinta tanah air dan rela berkorban bagi bangsa Indonesia, serta menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan persaudaraan antar agama, ras atau suku bagi semua bangsa Indonesia agar tidak terjadi perpecahan ataupun perselisihan antar bangsa Indonesia. Kecintaan bangsa kepada Negara harus semakin erat dan semakin tinggi rasa bangga yang tertanam pada jiwa-jiwa bangsa Indonesia terhadap negara sendiri.

Studi kasus membuktikan bahwa banyak dari generasi muda kita tidak memiliki rasa tersebut dan cendrung tidak mencintai negaranya. Generasi muda tidak bisa melepaskan diri dari kewajiban untuk memelihara dan membangun masyarakat dan negara. Pemuda memiliki peran yang lebih berat, karena kitalah yang akan hidup dan menikmati masa depan. Sejarah memperlihatkan kiprah kaum muda selalu mengikuti setiap tapak-tapak penting sejarah. Pemuda sering tampil sebagai kekuatan utama dalam proses modernisasi dan perubahan. Dan biasanya pula pemuda jenis ini adalah para pemuda yang terdidik yang mempunyai kelebihan dalam pemikiran ilmiah, selain semangat mudanya, sifat kritisnya, kematangan logikanya dan kebersihannya dari noda orde masanya.

Namun sangat disayangkan, perilaku pemuda masa kini tampaknya tidak banyak yang mencerminkan Sumpah Pemuda. Para pemuda kini banyak yang terlena oleh kemerdekaan dan kemajuan teknologi. Akibatnya, para pemuda lebih banyak terlena oleh perilaku hedonisme, acuh terhadap bangsa, bahkan cenderung tak lagi menghargai Indonesia. Dengan demikian, pemuda tidak hanya memiliki tantangan terhadap dirinya sendiri, yaitu melihat dirinya sebagai obyek pembangunan, tetapi tantangan luar yang menghampiri seluruh bangsa. Kesadaran untuk menjadi subyek sangat perlu dihayati bahwa solusi pengangguran dan berbagai problem pemuda lainnya, bisa diselesaikan oleh mereka sendiri. Kemampuan menyelesaikan problem objektif yang ada diharapkan mampu mengantarkan pemuda untuk tampil menghadapi tantangan yang lebih luas lagi.

Pemuda memiliki peran yang sangat vital bagi keberlangsungan negara Indonesia di masa yang akan datang. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan semangat juang para pemuda, agar para pemuda tidak terlarut dalam kehidupan yang serba mewah. Bebarapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia agar mata ajar seperti Pancasila dan Sejarah Nasional tidak hanya menjadi sekedar hapalan, namun juga meresap dalam setiap perbuatan siswa. Selain itu, perlu adanya penyuluhan tentang nilai Pancasila yang menyasar pada kalangan mahasiswa/pemuda, serta perlunya peran orang tua sebagai pengawas sekaligus pembimbing agar para pemuda Indonesia tumbuh sesuai semangat perjuangan para pendahulu bangsa.

Jika semangat para pemuda telah tumbuh, maka Indonesia akan semakin maju dan dapat bersaing secara global, dengan tidak melupakan identitas bangsa.

Kesimpulannya adalah bahwa sebagai pemuda dan mahasiswa harus lah memiliki rasa nasionalis terhadap bangsa ini, harus mempunyai ideologi pancasila, dan dapat memahami makna-makna dari sumpah pemuda, pancasila, dan jiwa bernegara. Dengan mengetahui hal ini para pemuda dan mahasiswa dapat memiliki rasa nasionalis yang kuat. Disamping itu, peran pemerintah juga sangat berperan aktif membantu pemuda dan mahasiswa dalam pembentukan karakter agar rasa dan jiwa nasionalis dan patriot dimiliki disemua kalangan mahasiswa/pemuda.

Majulah bangsaku, majulah negaraku.

Penulis : Habibi rahman Fakultas Hukum, Universitas Jambi


Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /