MASIH MELANGGAR: Meski moratorium batubara 
sudah dijalankan, namun masih ada juga angkutan batubara yang melewati 
jalan umhm di Kota Jambi.
MASIH MELANGGAR: Meski moratorium batubara sudah dijalankan, namun masih ada juga angkutan batubara yang melewati jalan umhm di Kota Jambi.
Pemerintah Daerah, baik Kabupaten maupun Kota diminta untuk menjalankan Perda nomor 13 tahun 2012 yang sudah dilengkapi pergub nomor 18 tahun 2013 soal moratorium batubara. Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus menyayangkan jika ada pemerintah daerah yang enggan menerapkan amanat Perda tersebut.

"Saya pikir Bupatinya harus jalan. Ini kan sebelumnya melalui proses juga. Ada persetujuan Bupati. Rasanya lengkap lah sosialisasi mulai dari Muspida, DPRD, Kabupaten, dengan para pengusaha," katanya menanggapi soal Bungo yang tak menerapkan Perda ini.

Dirinya mengatakan, sudah terlalu banyak toleransi yang diberikan pihaknya kepada pengusaha selama ini. "Sudah capek kita dari awal, toleransi kita untuk pengusaha sudah cukup lumayan. Tapi mereka tidak juga membuat jalan khusus," ujarnya.

Dikatakannya, Perda ini dibuat untuk memikirkan kepentingan umum dari masyarakat. "Mana yang lebih penting melindungi kepentingan umum atau segelintir orang. Kita mementingkan kepentingan umum. Jangan sampai nanti jalan rusak, sebab pembangunan jalan ini biayanya tidak sepadan dengan dana bagi hasil yang didapat dari tambang batubara ini," jelasnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Syahrasaddin. Dia menegaskan, jika Perda no 13 tahun 2012 ini mesti dijalankan oleh kabupaten/kota. "Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, kabupaten/kota juga harus menjalankannya," tegasnya.

Menurutnya, pemerintah Kabupaten/kota harus menentukan jalur mana yang bisa dilalui angkutan batubara untuk menuju ke pelabuhan terdekat. "Ada tim terpadu juga yang mesti dibentuk oleh kabupaten/kota untuk pengawasan ini," katanya.

Menurutnya tanggung jawab dari mulut tambang atau tempat eksploitasi itu menjadi wewenang kabupaten/kota. "Kalau sudah di jalan raya itu wewenang kepolisian. Sementara untuk di jembatan timbang itu menjadi wewenang tim terpadu provinsi," jelasnya.

Terkait kabupaten Bungo yang belum menerapkan perda itu dengan alasan jumlah tonase tidak dicantumkan dalam perda, Sekda menyayangkannya. Dia menegaskan, soal tonase kendaraan sudah diatur tegas dalam Undang-undang.

"Untuk batas tonase kan sesuai klas jalan, dan itu sudah diatur di dalam undang-undang. Tidak hanya batubara saja, angkutan lain seperi karet, batubara jika melebihi tonase itu kan melanggar undang-undang," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Perda soal moratorium batubara dianggap tidak berlaku di Kabupaten Bungo. Angkutan batubara yang melintas di jalan nasional di Bungo tidak bisa dibatasi, berapapun tonasenya.

Hal tersebut dikarenakan, dalam Perda tersebut tidak disebutkan berapa jumlah tonase angkutan Batubara yang melewati jalan nasional di kabupaten Bungo. Sehingga, pihak terkait di Kabupaten Bungo tidak bisa menghalangi truk yang bertonase lebih melintas di kabupaten Bungo itu.

“Isi perda tersebut hanya menjelaskan untuk batubara yang berasal dari kabupaten Bungo dan Tebo harus melewati jalan Simpang Niam yang berada di kabupaten Tebo-menuju pelabuhan Tanjungjabung Barat,” ujar asisten II Setda Bungo, S. Budi Hartono, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di ruang kerjanya.

Hal itu, katanya, menyebabkan Pemkab tidak memiliki wewenang untuk mengatur tonase tersebut karena sudah ditegaskan di dalam Perda Provinsi Jambi. “Bentuknya kalau jalan nasional Provinsi yang atur. Jadi Pemkab tidak memiliki wewenang,” sebutnya. (sumber: jambi ekspres)

TAGS

Komentar

Berita Terkait

SMAIT Al-Azhar Kunjungi Indofood

Soal Mobnas Dewan, Sekwan Enggan Beri Deadline

Kepergok Warga, Dua Pelaku Curanmor Tinggalkan Motornya

Misroni Dikenakan Pasal 406 KUHP

Orang Tua Misroni Juga akan Diperiksa

Ruko Dibangun di Atas Jalan

Pansus DPRD Sorot Lokasi Indofood

Citilink Potong Tumpeng

Terbang Nyaman Dengan Citilink

DPRD Kota Ngotot Bentuk Pansus

Kekurangan Penyuluh Pertanian

Ikan di Keramba Banyak Mati

Angso Duo Lagi, Angso Duo Lagi

Distop, Tapi Dilepas Lagi

Cuaca Ekstrem Masih Terjadi

Memberi Penghormatan Kepada Leluhur

SK Guru Ikut Terbakar

Wako Instruksikan Perbaikan

Pedagang Tolak Relokasi

Raja Jambi Juara Umum

Bawang Impor Membawa Untung

Jalan Simpang Nes Rusak

Lokalisasi Segera Ditutup

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam

Lubang Menganga di Tengah Jalan

Sum-Maulana Goro di Handil

Juni, Honorer Tes CPNS

Belanja Rp 100 Ribu, Dapat Voucher Rp 200 ribu

Harga Karet Terus Anjlok

Semua Korban Sudah Dibantu

Rp 3,2 M Untuk Korban Banjir

Sudah Disebar 231.705 Lembar

Ribuan Honorer K2 Uji Publik

Hujan, Angso Duo Makin Kumuh

Dua Bulan, 76 PNS Cerai

Pedagang Tolak Direlokasi

Penerbit IMB Diminta Turun

Pelecehan Seksual Terhadap Anak Marak

Turunkan SBY dan Budiono

Tingkatkan Kebersamaan, Perbankan Gelar Por Bank

Rompi Anti Peluru Selempang Merah

Pembatas Jalan Amblas ke Jurang

ZN Emosi, HBA Terdiam

Instalasi PDAM Perhatian Gubernur

Jambi Masih Berpotensi Hujan

Kompleks Mutiara Porak Poranda

Kota Baru Indah Tenggelam

Cuaca Ekstrim Masih Mengancam

Pencarian Si Belang Dihentikan

Bawang Lokal Susah Dicari

Banyak Gepeng Berkeliaran

Lalin terhambat Road Race

Awas, Gas 3 Kg Dioplos

Pemilik Tambak Rugi Besar

1 Keluarga, 1 Pohon

Sehari 120 Truk Sampah

Harga Bawang Terus Melonjak

Bukan Lepas Dari Kontainer

Yang Berkeliaran Itu Harimau Sakit

50 Rumah Terendam

PLN Sebar Puluhan Regu

3 Timsus Dikerahkan ke Lokasi

Harimau Masuk ke Sungaibahar

Ayo, Rebut Kembali Pulau Berhala!

PGMIPA-BI Unja Dikorupsi?

Bawang Impor di Atas Angin

Hujan Deras, Gado Gado Terendam

Tiang Listrik Nyaris Timpa Rumah Warga

Si Belang Bergerak ke Palembang

Raja Hutan Diburu di Sukadamai

Ibu-ibu Tuntut Kesamaan Gender

Luar Negeri Bantu Bangun Trotoar

Solar Diuber Sopir Mobil

Gubernur Jambi Diminta Bersaksi

Si Belang Muncul Lagi

Tak Mempan Ditembak Bius

3 Harimau Berkeliaran di Pemayung

Lagi, Harimau Makan Korban

Harimau Melintas di Tempino

Warga Bertam Resah

Timsus Lacak Si Belang di Jaluko

Harimau Berkeliaran Karena Galau

Drainase Banyak Tersumbat

Korban Terluka Parah

Pertani Karet Diterkam Harimau

Jembatan Layang Jangan Negatif

Ancol Bau Bangkai

Banjir Berangsur Surut

Jambiupdate.com di Louching

Jembatan Gantung Huruf “S”

Hutan Tanaman Kenali Sepi Pengunjung.

Ojek Rakit Pasang Tarif

Jalan Berlobang Dan Tidak memiliki Drainase

Penumpang Boat Layang Di Tanggo Rajo Ramai

Demo WTC Isapan Jempol

Galang Bantuan di Jalanan

Tanggo Rajo Terendam

Korban Banjir Banyak Sakit

Drainase Tersumbat Pasir

Ke Sekolah Naik Perahu

Ratusan Rumah Terendam

Jalan Patimura Rusak

Pasar Talang Banjar Kumuh

Ayam Potong Ikut Naik

Harga Daging Tembus Rp 90.000

Sesuap Nasi Dari Sampah

Harga Cabai Melonjak

Macet Tiap Hari

Traffic Light Rusak

Pedagang Duku Menjamur

Jembatan Berbak Putus

Mengais Rejeki di Jembatan Aur Duri II

Raup Omzet Puluhan Juta dari Membuat Toko Online

Menengok Peluang Bisnis Angkringan

Wawan, Mengolah Kulit Pari Jadi Produk Bergengsi

Berawal dari Garasi, Kini Roti Teja-Nanik Meraja

Rekomendasi




add images