MUARASABAK  -  Sempat mengalami lonjakan harga saat bulan suci Ramadhan, petani pinang kembali mengeluh. Pasalnya usai hari raya Idul Fitri harga pinang semakin menurun.

"Padahal harga pinang khususnya di Kecamatan Kuala Jambi terus mengalami kenaikan hingga Rp 20.000 perkilonya saat bulan puasa," kata Hipni seorang pemilik pinang.             

Menurutnya, dalam seminggu terakhir ini, harga buah pinang kembali mengalami penurunan hingga Rp. 11.000 perkilonya. Ini disebabkan, karena permintaan dipasaran berkurang. "Salah satu penyebabnya adalah turunnya harga pinang dan barang lainnya berpengaruh pada kebutuhan pembeli atau di Negara tujuan ekspor," keluhnya.              

Dia mengungkapkan, naiknya harga pinang saat bulan Ramadhan, dikarenakan salah satu Negara tujuan yaitu negara India yang mengalami Gagal panen. Namun, di Negara tersebut sekarang sudah stabil kembali.

"Dulu saya puas dengan harga pinang yang melonjak naik, namun sekarang dirinya dan petani pinang yang lain merasa rugi dengan harga pinang kini kembali turun. Saya lesu dengan harga pinang sekarang kembali turun, kalau dulu harga pinang nainya sangat melonjak," tukasnya.       
Diharapkannya, harga pinang bisa kembali naik setidaknya normal. Ini untuk mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari termasuk untuk kebutuhan pendidikan anaknya.            

"Ya, harapan saya semoga harga pinang bisa naik lagi seperti dulu. Kalau harga pinang mahal, saya semangat untuk memanennya," tuturnya.

(yos)


TAGS

Komentar

Berita Terkait

Dana Operasional Bupati Tanjabtim Rp 180 Juta

Terasi Udang Diduga Gunakan Formalin

Tanjabtim Berangkatkan 50 CJH

Jam Belajar, Siswa Angkat Mobiler

Proyek Kolam Renang Masih Diselidiki Jaksa

Bank Jambi Muara Sabak Serahkan CSR

Ini Dia Anggota DPRD Tebo Terpilih

1 Sepetember, DPRD Tebo Dilantik

Rekomendasi




add images