BANJIR: Hujan deras turun. Banyak kawasan di Kota Jambi
rawan banjir. Seperti yang terjadi di kompleks perumahan Kota Baru Indah ini. (Foto: Aldi Saputra)
BANJIR: Hujan deras turun. Banyak kawasan di Kota Jambi rawan banjir. Seperti yang terjadi di kompleks perumahan Kota Baru Indah ini. (Foto: Aldi Saputra)
Hujan lebat Rabu (20/3) dini hari merendam kompleks perumahan Kota Baru Indah, Kel Kenali Besar, Kec Kota Baru, Kota Jambi. Sekitar 50 unit rumah warga di RT 19 perumahan itu terendam banjir setinggi lutut.

Menurut warga, banjir mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Derasnya hujan membuat  parit yang mengalirkan air ke Sungai Kenali meluap. Warga tak bisa berbuat apa-apa dan pasrah saja menghadapi banjir yang kerap terjadi setelah hujan lebat itu.

‘’Sudah 3 tahun ini tiap hujan deras turun, kampung kami selalu terendam. Selama ini baru kali ini kami dikunjungi pemerintah. Sebelumnya tak pernah,’’ ungkap Darmawin (40), salah seorang warga setempat kepada jambiupdate.com.

Selain itu, banjir juga dilaporkan merendam puluhan rumah di beberapa kompleks perumahan yang ada di daerah Patimura, Simpang Rimbo. Banjir setinggi sekitar setengah meter juga membuat akses jalan ikut terendam dan menghambat aktivitas waga. Beberapa anak-anak yang akan berangkat sekolah terpaksa menjinjing sepatu mereka agar tidak basah.

Banjir disebabkan oleh letak perumahan yang memang berada di lekukan daerah rendah. Sehingga, aliran air menjadi mentok. Ditambah lagi dengan tidak tersedianya sistem dreinase yang memadai.

Beberapa titik di ruas jalan kawasan pertigaan Lampur merah Simpang Rimbo dan jalan Patimura juga terendam. Diantaranya, di dekat pertigaan lampu merah ke arah Mendalo dan ke arah pasar. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan menjadi terhambat.

Sementara, di kompleks perumahan Aur Duri Permai II, Mendalo Darat, Kec Jaluko, Kab Muarojambi, sebuah rumah yang juga tempat main biliyar terendam sekitar 30 Cm. Banjir disebabkan oleh meluapnya parit yang ada persis di samping rumah tersebut. Banjir juga merendam jalan dan box culver di depannya.(*)

Reporter : Aldi Saputra.
Redaktur : Joni Yanto.

Komentar

Berita Terkait

Cuaca Ekstrim Masih Mengancam

Pencarian Si Belang Dihentikan

Bawang Lokal Susah Dicari

Banyak Gepeng Berkeliaran

Lalin terhambat Road Race

Awas, Gas 3 Kg Dioplos

Rekomendasi




add images