JAMBIUPDATE.COM, JAMBI - 48 Warga Negara Asal Tiongkok yang diamankan, Kamis (5/3) sekitar pukul 18.00 WIB, di Bandara STS Jambi, kabur dari tempat kerjanya.
Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I Jambi, Defenson, mengatakan mereka diamankan saat ingin kembali ke negaranya.
Alasannya, kata dia, mereka mengaku belum digaji oleh kantornya yang bergerak dibidang pembangkit listrik tenaga uap, yakni Mine Mouth CFSPP di daerah Bayung Lincir, Sumsel - 5 ProjectŽ.
"Mereka sudah 1 tahun 2 bulan di Jambi. Pengakuan mereka gajinya belum dibayar selama 3 bulan. Gajinya per hari Rp540 ribu," ujar Defenson, Jumat (6/3).
Oleh karenanya, mereka memberontak. Namun, karena dokumennya tidak ada, kita amankan dan kita BAP dulu.
"Kita panggil pihak perusahaan, dan kita tentukan tindak lanjutnya," kata dia.
Saat ini, 48 WNA yang semuanya laki-laki yang diamankan di Imigrasi Kelas I Jambi ini, belum didataŽ nama-namanya.
(pds)
