JAMBIUPDATE.COM, BANGKO Permasalah dugaan penggelapan uang sewa kios pasar dari pedagang, yang dilakukan pihak Dinas Perumahan Perkotaan dan Kebersihan (DPPK) Merangin, semakin bergejolak.
Para pejabat intasi DPPK, mendadak membungkam alias tutup mulut saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Rabu (25/3).
Sekretaris DPPK Merangin, Syafrani, enggan berkomentar terkait hal itu. Dirinya hanya menuai alasan tidak mengetahui permasalahan, lantaran dirinya baru menduduki jabatan sebagai Sekdin.
Nanti Saya coba sampaikan hal ini dengan pak Kadis. Saya tidak berani berbicara, sebab Saya masih baru, tukas Syafrudin saat dihubungi via ponselnya.
Sementara saat disambangi kantor DPPK, sekitar pukul 12.30 WIB, Kadis DPPK Merangin Zulhifni, tidak berada di tempat. Seterusnya menyambangi UPTD Pasar, Fauzi juga sedang tidak berada dikantor.
Sementara salah satu tokoh masyarakat Merangin, Masduki, saat dikonfirmasi dengan tegas meminta kepada Bupati dan Polres Merangin untuk segera menindaklanjuti permasalahan tersebut. Kata duki, masalah dugaan penggelapan ini bukan masalah kecil dan harus segera ditindaklanjut.
Saya minta kepada Bupati Merangin, untuk segera bertindak tegas mengenai hal ini, jangan diam saja. Tidak hanya itu, Polres juga harus ikut andil, memantau dugaan kasus ini, tegasnya.
(cr6)
