iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, BANGKO Kegiatan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga selalu mengancam nyawa pelakunya. Jelas saja, selama ini sudah 10 pelaku PETI di Kabupaten Merangin yang tewas.

Hal ini diketahui berdasarkan data yang dihimpun harian ini dari pihak Polres Merangin. 10 orang tewas itu terdata dari Januari 2014 hingga Maret 2015.  Ini juga dibenarkan Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuda, Sabtu (28/3).

Akibat aktivitas PETI ini, sekitar 10 korban jiwa. Ini merupakan kegiatan yang sangat berbahaya yang selalu mengancam keselamatan pelakuya, ujar AKBP Munggaran.

Lebih lanjut ia menyebutkan, untuk jumlah titik lokasi aktivitas PETI di Merangin saat ini sekitar 10 titik, yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Merangin.

Menyikapi hal itu, pihaknya akan selalu berusaha melakukan pemberantasan secara tegas. Namun tuturnya, untuk mewujudkan itu semua tentunya tidak terlepas dari kerajasama, Dandim dan Pemerintah Merangin.

Kita akan selalu siap menindak tegas dalam pemberantasan pelaku PETI ini. Kita juga harapkan peran dan kerja sama masyarakat, tuturnya.

Dari pantauan Jambi Ekspres, khusus wilayah Kabupaten Merangin masih ada para pelaku PETI yang berkativitas. Diantaranya di Kecamatan Pangkalan Jambu, Tabir Barat, Tabir Ilir, Sungai Manau, dan Kecamatan Batang Mesumai, serta dipinggiran kota Bangko sendiri.

(cr6)


Berita Terkait



add images