JAMBIUPDATE.COM, JAMBI - Pengungkapan kasus pembunuhan supir PT Palma Abadi, yang disertai dengan perampokan uang senilai Rp1,5 Miliar terus dilakukan. Diduga, dalam peristiwa ini ada kongkalikong antara orang dalam dengan pelaku.
Hal ini dikatakan Kapolda Jambi, Brigjen Pol Lutfi Lubihanto, melalui Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Irawan David Syah. Disebutkannya, ada indikasi keterlibatan orang dalam pada kasus pembunuhan dan perampokan uang milik PT Palma Abadi ini.
"Kalau Saya melihatnya seperti itu. Ada indikasi keterlibatan orang dalam. Bisa jadi bisa," ujar Kombes Pol Irawan David Syah, kepada sejumlah wartawan, Minggu (12/7).
Sementara, dari hasil visum luar, kata Dia, korban Yanto (49) supir mobil PT PA yang ditemukan tewas mengalami luka di bagian dada.
"Visum luar itu ada pelukaan di dada. Belum diketahui apakah itu luka kena Sajam atau tembak. Itu satu lobang," sebut mantan Kapolres Tanjab Barat ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (10/7) ditemukan sosok mayat laki-laki di RT 23 Kelurahan Rawasari Kecamatan Kotabaru. Korban sudah memusuk di dalam mobil Toyota Hilux putih BH 9896 AP. Mayat itu diketahui adalah Yanto.
Sebelum penemuan mayat itu, Rabu (9/7) malam, pihak PT Palma Abadi melapor ke Polda Jambi, terkait keberadaan supir perusahaan mereka yang tidak diketahui keberadaannya. Sementara, karyawan lainnya, yakni Johan ditemukan warga dan polisi di semak-semak di daerah Petaling, Kabupaten Muarojambi.
Diketahui juga, supir dan karyawan ini membawa uang lebih dari Rp1,5 miliar dan raib dibawa para perampok.(pds)