iklan Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBIUPDATE.COM, MUARATEBO Selasa (25/8) siang, sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendatangi kantor Kejari Tebo. Mereka mendesak penyelesaian kasus perampokan yang disertai dengan pembunuhan pasangan suami istri PNS, Parmidi (55) dan Samsiah (50) warga Desa Rantau Langkap, Kecamatan Tebo Ulu, yang terjadi April 2015.

Mereka datang dengan mengatasnamakan Gerakan Keadilan Masyarakat Jambi (GKMJ). "Kita minta Kajari menjelaskan sejauh mana penanganan kasus ini. Kok sudah ada saksi dan bukti, malah kasus ini di peti es kan. Ada apa sebenarnya," teriak Tanjung saat orasi di depan Kantor Kejari Tebo.

Beberapa menit orasi, akhirnya Kajari Tebo Nur Slamet menjumpai masa. Dijelaskan Kejari, berkas kasus perampokan dan pembunuhan sudah dua kali naik ke Kejari. Namun, lanjut Dia, saat ini tim penyidik tengah melengkapi bukti sesuai petunjuk Jaksa.

"Bukti belum lengkap. Jadi tidak mungkin kita tetapkan sebagai tersangka" jelas Kajari sambil mengatakan jika kasus perampokan dan pembunuhan pasangan PNS ini tetap berlanjut.

Untuk diketahui, perampokan dan pembunuhan yang menimpa pasangan PNS tersebut terjadi pada Selasa malam (14/4/2015) sekitar pukul 20.30 WIB di dekat rumahnya. Dalam kasus ini juga sudah ditangkap lima pelaku yakni, Saparudin (35), Syairozi (45), Andi (36), Beni Irawan (23) dan Misazwar (38).(bjg)

 

 


Berita Terkait