JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Acara Talk Show literasi yang dilaksanakan badan perpustakaan dan arsip daerah provinsi Jambi (5/5) Jumat kemarin ternyata cukup menarik perhatian masyarakat.
Perhatian ini dimaklumi mengingat talk show tersebut dihadiri duta baca nasional Najwa Shihab, Gubernur Jambi Zumi Zola dan Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra atau yang akrab dipanggil SAH.
Bahkan SAH yang dikenal luas dengan program beasiswa itu diminta memberi pengarahan kepada peserta tentang pentingnya minat membaca dan menulis bagi kemajuan suatu bangsa.
"Literasi masyarakat menunjukkan kemajuan suatu negara, makin tinggi budaya membaca menulis di suatu negara akan sejalan dengan harmonisasi kehidupan. "
Karena indikator indikator keberhasilan pembangunan pintu masuknya adalah pendidikan, kunci pendidikan itu ada pada aktivitas membaca dan menulis.
Kondisi menurut SAH dapat terlihat dari 30 negara yang paling maju perekonomiannya serta bahagia masyarakatnya adalah negara yang paling unggul budaya literasinya
"Finlandia, Singapura, Austria merupakan negara yang maju secara ekonomi dan negara yang paling bahagia masyarakatnya, merupakan negara yang baik budaya literasinya."
Namun menurut alumni Universitas Jambi itu budaya literasi Indonesia masih sangat tertinggal di dunia.
Menurutnya peringkat literasi Indonesia hanya berada di posisi 61 dari 62 negara yang di survei.
Maka tak heran dengan kondisi literasi yang rendah pendidikan kita belum bisa mengakselerasi mutu secara merata.
"Hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang terbiasa membaca dengan serius, jelas SAH di depan ribuan peserta," ujarnya.
Dalam acara yang dihadiri kepala badan perpustakaan nasional H. Syarif Bando tersebut juga di laksanakan berbagai kegiatan seperti pameran buku dan pembagian door prize.
Menurut pria yang akrab dengan SAH tersebut acara ini merupakan bagian dari motivasi untuk mengelorakan budaya literasi di provinsi Jambi.
Melalui talk show bersama tokoh publik sekaliber SAH, Najwa Shihab dan Zumi Zola masyarakat akan memiliki cara pandamg baru tentang literasi.
"Idealnya literasi yang kuat bisa menjadikan orang cerdas seperti SAH, Najwa Shihab dan Zumi Zola," tandasnya.(*wan)
