JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Inflasi Provinsi Jambi pada Triwulan IV-2017 diperkirakan berada pada kisaran 1,21%-1,61% (yoy), masih berada pada kisaran target inflasi nasional 2017 pada kisaran 4±1% (yoy).
Sementara inflasi Provinsi Jambi pada Triwulan I-2018 diperkirakan berada pada kisaran 1,89%-2,29% (yoy), di bawah kisaran target inflasi nasional 2018 sebesar 3,5±1% (yoy).
Dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional menyebutkan, inflasi utamanya disebabkan meningkatnya harga komoditas bahan makanan bergejolak (volatile food) setelah selesainya masa panen komoditas bahan makanan utama, meningkatnya harga administered prices setelah kepastian penetapan kenaikan cukai rokok oleh pemerintah di tahun 2018.
Serta meningkatnya komoditas inti (core) akibat penyesuaian gaji dan pendapatan masyarakat pasca penetapan UMR tahun 2018 oleh pemerintah daerah, kata V Carlusa, Kepala BI Provinsi Jambi.
Inflasi Provinsi Jambi pada tahun 2018 secara keseluruhan diperkirakan berada pada kisaran 3,42%-3,82% (yoy), lebih tinggi dibandingkan perkiraan inflasi tahun 2017 (1,21%-1,61% yoy).
Inflasi tahun 2018 utamanya didorong kenaikan harga beberapa komoditas volatile food seperti daging ayam ras, cabai merah dan bawang merah.
Untuk komoditas administered price seperti rokok dan tarif angkutan udara, kenaikan harga komoditas inti seperti barang-barang kebutuhan rumah tangga (consumer goods) dan biaya pendidikan, terangnya. (yni)
