Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, BATANGHARI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batanghari mencatat sebanyak 41 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan selama November tahun 2018.

Parahnya lagi, penemuan puluhan kasus DBD ini ditemukan semenjak terjadinya musibah banjir yang melanda wilayah Kabupaten Batanghari.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dr Elfie Yenni MARS.

"Kasus penyakit DBD selama November berjumlah 41 kasus, ini ditemukan selama terjadi musibah banjir," ungkap Elfie.

Elfie menyebutkan, DBD juga telah menyerang masyarakat sejak September dan Oktober 2018. Selama September ditemukan 12 kasus dan Oktober ditemukan 10 kasus.

"Total penyakit DBD temuan Dinkes Batanghari tiga bulan terakhir berjumlah 63 kasus,"bebernya.

Lanjut Elfie pada September penyakit DBD ditemukan di Puskesmas Muara Bulian dengan jumlah 7 kasus, Puskesmas Tenam 1 kasus, Puskesmas Muara Tembesi 1 kasus, Puskesmas Mersam 1 kasus, Puskesmas Jembatan Mas 1 kasus dan Puskesmas Maro Sebo Ilir 1 kasus.

"Selanjutnya pada Oktober 2018, DBD ditemukan Puskesmas Muara Bulian 2 kasus, Puskesmas Tenam 3 kasus, Puskesmas Muara Tembesi 1 kasus, Puskesmas Pasar Muara Tembesi 2 kasus, Puskesmas Mersam 1 kasus dan Puskesmas Jembatan Mas 1 kasus,"jelasnya.

Kemudian pada November 2018 DBD ditemukan Puskesmas Muara Bulian 8 kasus, Puskesmas Pasar Terusan 1 kasus, Puskesmas Tenam 3 kasus, Puskesmas Aro 1 kasus.

"Kemudian DBD juga ditemui Puskesmas Muara Tembesi 2 kasus, Puskesmas Pasar Muara Tembesi 3 kasus, Puskesmas Teluk Leban 1 kasus, Puskesmas Durian Luncuk 4 kasus, Puskesmas Jembatan Mas 8 kasus dan Puskesmas Selat 10 kasus. Total November 2018 41 kasus," jelasnya. (rza)


Komentar

Berita Terkait

Pemkab Kerinci Akan Ajukan 8 Ranperda ke Dewan

Tahun Depan, Pemkab Kerinci Akan Bangun 5 TK Tambahan

Gas Melon Mulai Langka di Bungo

Rekomendasi




add images