Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Tingkat kesejahteraan petani di Provinsi Jambi mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi pada triwulan IV 2018 tercatat sebesar 97,13% year on year (yoy) atau turun 5,36% (yoy) dibanding triwulan IV 2017 sebesar 102,64.

"NTP Jambi yang berada dibawah 100 menggambarkan sebagian besar petani mengalami defisit, dimana pengeluaran petani lebih besar dibandingkan pendapatan yang diterima, jelas Bayu Martanto Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi.

Ia menjelaskan struktur biaya yang tidak efisien menyebabkan biaya yang dibayar petani menjadi tinggi, sementara harga jual komoditas relatif menurun pada triwulan IV 2018 lalu.

Hal ini tercermin dari penurunan indeks yang diterima petani menjadi sebesar 128,48 pada triwulan IV 2018 dari sebelumnya 131,35 pada triwulan IV 2017.
Selain itu indeks yang dibayar petani juga mengalami peningkatan pada triwulan 4 2018 menjadi sebesar 132,27 dan sebelumnya 127,97 pada triwulan 4 2017. Berdasarkan kelompoknya NTP subsektor hortikultura dan tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan yang paling dalam.

NTP subsektor hortikultura turun sebesar 5,04% (yoy). Penurunan tersebut disebabkan indeks yang diterima petani turun sebesar 1,80% (yoy) ditengah kenaikan indeks dibayar petani sebesar 3,41% (yoy).

Penurunan indeks yang diterima petani ini tercermin dari harga jual komoditas komoditas hortikultura yang mengalami penurunan seperti cabai merah pada triwulan IV 2017 yang turun 26,94% menjadi Rp 25.683 per kilogram dan sebelumnya Rp 35.153 per kilogram pada triwulan IV 2017. (yni)


Komentar

Rekomendasi




add images