JAMBIUPDATE.CO, JAMBI — Penyerapan APBD Pemerintah Provinsi Jambi, berjalan lamban dan belum sepenuhnya dirasakan warga Provinsi Jambi.
Dari data yang diterima jambiupdate.co, realisasi APBD Provinsi Jambi baru diangka 62 persen dari APBD Rp 5,22 T. Sedangkan waktu efektif pengerjaan hanya 1 bulan.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi Jambi, Johansyah mengakui serapan APBD per 31 Oktober 2019 dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi baru 62,04 persen.
"Dari Jumlah APBD murni dan perubahan total Rp5,22 trilun, terserap dana Rp3,24 trilun realisasi 62,04 persen," sampai Johansyah.
Sebelumnya, Gubernur Jambi Fachrori Umar juga telah melakukan rapat evaluasi pelaksanaan APBD Provinsi Jambi Triwulan III Tahun Anggaran 2019, pada 17 Oktober lalu.
Tiap-tiap OPD ditanyakan persentase realisasi anggaran sampai Triwulan II Tahun 2019, dan bagi OPD yang realisasinya masih rendah, diminta untuk mempercepat pelaksanaan anggaran.
"Kita juga mengingatkan seluruh OPD arar mengindahkan regulasi, supaya anggaran dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku," sampai Gubernur.
Fachrori menginstruksikan kepada seluruh Kepala OPD untuk lebih mendorong dalam mempercepat pelaksanaan anggaran di sisa sisa waktu triwulan terakhir tahun 2019, dengan mengambil langkah-langkah startegis guna mencapai target yang telah ditetapkan bersama. (aba)
