Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Pendeteksian dini masyarakat yang Terdampak Penyakit Tuberculosis (TBC) yang ditangani Dinas Kesehatan Provinsi Jambi masih dibawah target 15 ribu kasus yang ditetapkan.

Hingga tahun 2019 yang berjalan tercatat sebanyak 2.500 kasus dari target 15 ribu kasus. Namun data sedikit tidak singkron di lapangan yakni pada pendataan rumah sakit di beberapa Kabupaten/Kota, yang hanya mencapai kurang lebih 600 kasus. Ini dikarenakan masih malunya masyarakat melaporkan diri terkena TBC.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Eva Susanti mengatakan, sepanjang tahun ini melalui sistem informasi berbasis terpadu sudah ada 2.500 an kasus TBC dari target pusat 15 ribu.

“Kita sedih, karena kebanyakan data dari rumah sakit, pasien sudah parah mengidap TBC barulah diobati," ujarnya.

Kendala mengenai rendahnya angka target, kata Eva, dikarenakan budaya masyarakat yang malu untuk memeriksakan diri berobat sehingga tidak terdeteksi gejala TBC. Padahal penyakit ini bisa dicegah, bahkan bisa diobati sampai sembuh tuntas.

"Mengapa TBC harus ditemukan, supaya diobati. Sebab TBC penyakit yang bisa disembuhkan. Dalam kurun waktu yang ditentukan saat seseorang melakukan pengobatan tanpa terputus satu haripun, maka dalam rentan waktu 6 hingga 9 bulan akan bisa sembuh," ujarnya. (aba)


Komentar

Rekomendasi




add images