JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi sudah mengantongi catatan merah untuk Dinas PUPR Provinsi Jambi pada akhir tahun ini.
Pasalnya, beberapa pekerjaan Dinas PUPR belum selesai bahkan ada yang belum berprogres, padahal sebentar lagi akan tutup buku anggaran 2019.
Dalam inspeksi mendadak Komisi III DPRD Provinsi Jambi belum lama ini, ditemukan beberapa kegiatan Dinas PUPR yang dilaksanakan tahun 2019 masuk jalur kritis (Merah) terancam tidak selesai.
Hal ini diakui oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi. Kata Dia dari temuan pihaknya, Dewan akan meminta keterangan dinas terkait.
"Sesegera mungkin kami akan memanggil pihak PUPR, untuk meminta klarifikasi dan meminta jaminan apakah kegiatan itu bisa diselesaikan," sampainya.
Kata Fauzi, khusus untuk pelaksanaan ujicoba aspal karet kemarin sudah sampai pada uji lab PU dan diperkirakan dalam minggu ini akan dilaksanakan.
"Kita tunggu dan kita meminta agar pihak Komisi III diundang untuk menyaksikan penerapan aspal latek itu. Mudah-mudahan kalau PUPR berjanji akan melaksanakannya minggu ini, kita tunggu saja nanti," ujarnya.
Yang jadi point pertanyaan Dewan, kata mantan Kepala Bappeda Provinsi Jambi ini, yakni pelaksanaan ujicoba aspal karet tersebut bisa terlambat, padahal pekerjaan itu telah ditenderkan. Dan kenapa belum ambil karet dari Petani Jambi.
"Kalau informasi sementara yang kami terima, bahwa rekanan yang mengerjakan ujicoba aspal karet itu, sedang mengorder aspal itu dari bogor, bukan di Jambi. Yang ingin kita dorong itu bagaimana teknologi itu didekatkan dengan Provinsi sehingga bisa mengambil karet-karet rakyat," sebut Fauzi.
Langkah lanjutan, kata Fauzi, pihaknya akan segera meminta penjelasan pihak Dinas PUPR, dan meminta jaminan dengan sisa waktu yang ada dipastikan kegiatan-kegiatan yang sudah ditenderkan bisa selesai. (aba)
