Kadis P3A Sarolangun, Sudirman.
Kadis P3A Sarolangun, Sudirman. (Hadinata / Jambiupdate)

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN – Minimnya anggaran di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sarolangun, akibat pemangkasan untuk penanggulangan penyebaran wabah Covid19, mengakibatkan tidak ada lagi sosialisasi persoalan bahaya Kekerasa Dalam Rumah Tangga dan pelecehan seksual terhadap anak, baik itu bentuknya fisik maupun Psikis.

“Karena sekarang kondisi Covid-19 anggaran kegiatan sosialisasi ke masyarakat itu dipangkas dan tidak boleh dilaksanakan, jadi ini hambatan kita tahun ini. Sebab, kesadaran Hukum itu penting," kata Kadis P3A Sarolangun, Sudirman.

Karna tidak adanya anggaran tersebut, dirintya berharap, agar para kepala desa dan lurah serta masyarakat pada umumnya ikut andil dalam membantu pemerintah mensosialisasikan persoalan bahaya KDRT dan pelecehan seksual terhadap anak, baik itu bentuknya fisik maupun Psikis.

“Kami minta para Kades dan lurah dapat membantu mensosialisasikan bahaya KDRT dan pelecehan seksua terhadap anak. Dan masyarakat, juga harus sadar akan hukum," ujarnya. (hnd)


Komentar

Rekomendasi




add images