iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Tingkat partisipasi pemilih dalam kontestasi politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 9 Desember lalu, dipastikan menurun. Bahkan, angkanya cukup jauh dari target yang ditetapkan yakni 77,5 persen.

Sebagaimana diketahui, dalam ajang Pemilu 2019 lalu, target partisipasi pemilih berada diangka yang sama yakni 77,5 persen. Namun, pada pesta demokrasi lima tahunan kali ini terjadi penurunan.

Salah satu yang menjadi penyebab utama yakni adanya traumatik masyarakat terhadap Pandemi Covid-19 yang mana hingga saat ini trend pasien positif Covid-19 masih terus bertambah, terumasuk di Provinsi Jambi.

Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal, mengatakan, bahwa berdasarkan data sementara memang ada beberapa daearh yang mana partisipasi pemilih sangat rendah dari target yang diharapkan.

"Ada beberapa titik yang rendah, seperti di Muaro Jambi dan Sarolangun," katanya saat dikonfirmasi jambiupdate.co, Minggu (13/12).

Hanya saja, untuk 5 daerah yang juga menggelar Pilkada serentak yakni di Tanjabbar, Tanjabtim, Batanghari, Sungai Penuh dan Bungo, partisipasi pemilih rata-rata diatas angka 70 persen.

"Saya melihat, dengan kondisi seperti ini akan sangat sulit mencapai target nasional. Tapi kita belum ada data lengkapnya, karena masih direkap sampai saat ini," jelasnya.

Menurut Apnizal, ada beberapa faktor dimana partisipasi pemilih untuk Pilgub Jambi 2020 menjadi turun dibandingkan dengan pergelaran Pilpres dan Pileg 2019 lalu. Hanya saja, Dia memastikan partisipasi pemilih kali ini masih diatas partisipasi pemilih pada Pilgub Jambi 2015 lalu yakni 69 persen.

"Seperti halnya adanya traumatik terhadap Corona, kemudian juga kondisi cuaca di Jambi hujan saat hari pemungutan suara," jelasnya. (wan)


Berita Terkait



add images