Petugas PMI menyiapkan alat penyemprotan cairan disinfektan pada Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS
Petugas PMI menyiapkan alat penyemprotan cairan disinfektan pada Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Hari ini, Senin (25/1/2021) jumlah kasus Covid-19 di Indonesia nyaris menembus 1 juta pasien, atau tepatnya 999.256 orang.

Data Kementerian Kesehatan menunjukan bahwa pasien Covid-19 bertambah 9.994 orang pada Minggu (24/1/2020) hingga Senin (25/1/2020) pukul 12.00 WIB.

Kasus baru tersebut ditemukan pada 34.580 orang selesai menjalani tes Covid-19 pada hari ini. Dengan jumlah tersebut maka dari setiap 3 sampai 4 tes Covid-19 ditemukan 1 kasus positif.

Kondisi terkini di RS Darurat Wisma Atlet juga masih dipenuhi pasien baru. Dominasinya, pasien bergejala justru lebih banyak daripada OTG.

Koordinator RSD Wisma Atlet Mayjen Tugas Ratmono menjelaskan kapasitas hunian tempat tidur saat ini sudah penuh 77,63 persen dari 5.993 tempat tidur. Artinya dihuni oleh 4.653 pasien.

“Yang jelas RS itu kan tempat kiriman orang-orang yang sakit dari masyarakat. Nah kalau begitu memang kan ini berarti masih banyak dijumpai atau orang yang tertular di masyarakat pasti akan berikan peningkatan hunian di RS,” jelasnya dalam konferensi pers virtual, Senin (25/1).

Menurut Tugas, dulu pasien tanpa gejala lebih banyak dari yang bergejala. Belakangan justru pasien bergejala lebih banyak daripada yang tanpa gejala (OTG).

“Ini fenomena yang harus disikapi dengan antisipasi bagaimana kita saat ini. Semua tower kami ada 4 tower untuk semua merawat yang bergejala. Ringan dan komorbid. Ringan dan tak bergejala kami alihkan ke tower 8 dan 9 di Pademangan. Sehingga nakes juga tak terbebani,” paparnya.

Pihaknya juga mengoptimalkan adanya fasilitas ruang ICU. Tugas mengakui fasilitas layanan ICU memang tak mudah di saat lonjakan pasien seperti ini.

“Memang ini tak mudah, karena kita pahami rujukan RS ICU sangat sulit saat ini. Maka kami mengoptimalkan ICU yang ada, HCU yang ada. Sehingga bisa laksanakan pelayanan ICU sampai betul-betul kalau ada yang bisa dirujuk dan tempat dirujuk. Kalau tidak, tentunya secara konsekuensinya kami dengan tim ICU akan optimalkan. Perawat-perawat juga kami latih terus untuk perawatan di ICU,” tegasnya.(jpg/fajar)


Sumber: fajar.co.id

Komentar

Rekomendasi




add images


Warning: Unterminated comment starting line 75 in /home/jambiupddd2020/public_html/ber-app/_frontend/views/v_footer.php on line 75