iklan Foto: pixabay.com
Foto: pixabay.com

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Usai melakukan kudeta terhadap kekuasaan Aung San Suu Kyi, militer Myanmar merombak kabinet secara besar-besaran. Perombakan membuat militer makin memperkuat kekuasaan di Myanmar.

Di bawah perombakan kabinet, tokoh pilihan militer ditunjuk untuk memimpin 11 kementerian. Sementara 24 wakil menteri dicopot dari jabatan mereka.

Dikutip dari laman Xinhua pada Selasa, (2/2/2021), militer Myanmar menempatkan menteri baru di kementerian luar negeri, kantor pemerintahan berserikat, layanan pertahananan, urusan perbatasan, perencanaan, keuangan dan industri, investasi, dan lainnya.

Sebanyak 24 wakil menteri yang dicopot berasal dari kantor kerja sama internasional, informasi, urusan keagamaan dan budaya, dan lain sebagainya.

Reshuffle kabinet dilakukan usai militer Myanmar mendeklarasikan status darurat untuk satu tahun ke depan pada Senin kemarin. Di bawah status darurat, fungsi legislatif, eksekutif, dan yudisial diserahkan ke pemimpin militer Jenderal Min Aung Hlaing.

Kudeta militer di Myanmar memicu kecaman luas dari komunitas global. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) juga tengah menggelar rapat untuk membahas kudeta Myanmar pada Selasa (2/2).

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric meminta, masyarakat internasional harus satu suara atas kudeta Myanmar. Ia juga menyampaikan pernyataan Sekjen PBB Antonio Guterres yang mengutuk keras penahanan Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

“Perkembangan ini merupakan pukulan serius bagi reformasi demokrasi di Myanmar,” kata Dujarric.


Berita Terkait



add images