“Dia (pak aji) langsung whatsapp saya, bilang tabe kita cari saja sekolah lain yang bisa gaji kita lebih banyak. Istirahat saja mulai bulan ini 2021, begitu,” kata Hervina, terdengar sendu dari nada suaranya.
Pengakuannya, pesan itu masuk karena Pak Aji telah membaca postingan di facebooknya.
Kepada Pak Aji, Hervina membalas dengan permintaan maaf, namun tak mendapat balasan.
Dengan berat hati dan terpaksa, Hervina seakan menerima situasi buruk yang menimpanya.
Sebenarnya, maksud Hervina memposting itu adalah untuk berterima kasih, namun bukannya ditanggapi baik, justru berbuah pesan pemecatan.
“Saya mau minta terima kasih sama pak aji dan ibu aji. Tapi dia tidak koment pak, kalau saya telepon tidak diangkat, saya whatsapp juga tidak dibalas,” akunya pasrah.
Setelahnya, Hervina yang belum mendapatkan penjelasan atas pemecatannya, kembali mendapatkan kabar buruk lainnya.Ternyata posisinya mengajar telah digantikan.
Kabar itu didengar Hervina dari rekannya. “Dia (rekannya) bilang itu hari kalau absen guru yang hadir bulan Januari 2021, jadi teman-teman bilang bagaimana dengan ibu Vina karena dia juga pernah masuk sekali? Terus direspon, bilang tidak usah. Suruh saja berhenti, dan suruh pak Mursalam (guru lainnya) masuk di kelas satu,” ungkapnya.
