iklan

Mendengar itu, Hervina benar-benar telah sadar bahwa dirinya memang telah dipecat. Selain karena penegasan dari kepala sekolah, kelas satu yang diisi oleh guru lainnya, adalah kelas tempat ia mengajar.

“Saya diberhentikan 6 Januari 2021. Pas itu malamnya saya posting status di facebook, langsung ada whatsappnya masuk”.

Dengan nada suara yang terdengar semakin sendu, Hervina sangat menyayangkan pemecatannya. Bagaimana tidak? Dirinya mengaku telah mengabdi sejak tahun 2005 silam, yang berarti sudah 16 tahun lamanya.

Ia mengenang, pada tahun 2005 lalu, Pak Aji adalah kepala sekolahnya. Saat itu dirinya diminta langsung oleh Pak Aji untuk mengajar. Permintaan itu disampaikan kepada orang tuanya.

“Padahal waktu itu, dia (pak aji) yang datang di rumah. Panggi saja ngajar, kasih tahu orang tua saya untuk membantu di sekolah. Kebetulan itu hari cuma tiga orang guru yang mengajar di sekolah. Kepala sekolah saja dan dua orang guru honornya yang masih kuliah. Jadi kalau hari Sabtu dia kuliah, biasa saya sendiri yang mengajar,” kenang dia.

Sebagai seorang guru di sebuah sekolah yang tenaga pendidiknya minim, Hervina menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab. Bahkan ia mengajar untuk banyak mata pelajaran, kecuali penjaskes, bahasa daerah dan agama yang memiliki guru tersendiri.

“Itu waktu, sekarang saya tidak mengajar. Sudah tahu kalau saya diberhentikan,” pungkas wanita berusia 34 tahun itu mengakhiri ceritanya.

Kisah ini kini mendapatkan banyak perhatian masyarakat. Pemerintah setempat juga telah mengetahuinya, dan bermaksud untuk kembali mencarikan Hervina sekolah terdekat untuk kembali mengajar.(mg3/Fajar)


Sumber: www.fajar.co.id

Berita Terkait



add images