JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) tengah dilanda suhu dingin ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Sebanyak 70 orang ditemukan tewas akibat bencana tersebut. Dari total korban meninggal, sebagian besar ditemukan di negara bagian Texas.

Salah satu yang ditemukan petugas adalah jenazah bocah berusia 11 tahun di Conroe, sebuah kota dekat Houston. Ia ditemukan di tempat tidur rumahnya, yang tidak dapat menyalakan penghangat ruangan karena mengalami pemadaman listrik.

Dua pria juga ditemukan meninggal di rumah mereka di kota Buffalo Gap. Keduanya juga diyakini mengembuskan napas terakhir karena tak kuat menahan suhu dingin ekstrem.

Sheriff Taylor County, Ricky Bishop, mengaku menerima banyak panggilan telepon dalam beberapa hari terakhir, yang meminta otoritas setempat untuk memeriksakan kondisi keluarga atau sahabat yang mungkin menderita di tengah suhu dingin dan pemadaman listrik.

“Banyak kematian di Texas kemungkinan diakibatkan hipotermia, kondisi di saat seseorang kehilangan panas tubuh dengan cepat,” kata Bishop, dilansir dari laman NTD, Senin (22/2/2021).

Dr Robert Glatter, dokter dari rumah sakit Lenox Hill di New York City menambahkan, bahwa hipotermia merupakan kondisi berbahaya jika tidak segera ditangani.

“Jika dibiarkan berjam-jam, maka kondisinya dapat menjadi sangat berbahaya,” ujarnya.

Juru bicara penyedia layanan ambulans MedStar, Matt Zadavsky mengatakan, bahwa sebagian besar panggilan telepon terkait hipotermia datang dari warga yang menelepon dari rumah mereka masing-masing.


Komentar

Berita Terkait

Giring Jawab Sindiran Pasha: Terima Kasih Seniorku

Ketua Umum SMSI Firdaus Dukung Kapolri Utamakan Langkah Damai

Pemerintah Resmi Pangkas Cuti Bersama 2021 Jadi 2 Hari

Ekonom: Wajar Ekonomi RI Belum Pulih

Rekomendasi




add images