iklan Ilustrasi Rupiah.
Ilustrasi Rupiah. ( (Pixabay))

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada penutupan perdagangan sore ini, Jumat (26/3). Rupiah menguat 9 poin, ke level Rp14.417 per dolar AS, meski sempat melemah 35 poin siang tadi.

Direkur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, disisi eksternal, imbal hasil obligasi AS naik karena ada permintaan yang lesu selama lelang catatan Treasury tujuh tahun pada hari Kamis. Beberapa investor menyatakan keprihatinan bahwa akan ada aksi jual pasar obligasi lagi dalam tiga bulan ke depan sehubungan dengan penurunan pasar keuangan baru-baru ini.

Di sisi data, klaim pengangguran mingguan AS turun ke level terendah satu tahun di 684.000, turun dari 781.000 klaim yang diajukan selama minggu sebelumnya dan 730.000 klaim dalam perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com. Data lebih lanjut, termasuk pengeluaran pribadi di bulan Februari, akan dirilis hari ini.

“Data lebih lanjut, termasuk pengeluaran pribadi pada bulan Februari, akan dirilis di kemudian hari dan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kekuatan ekonomi AS,” ujar Ibrahim dalam hasil risetnya hari ini, Jumat (26/3).

Sementara itu Presiden Joe Biden juga berjanji untuk menggandakan rencana peluncuran vaksinasi AS setelah mencapai target yang ditetapkan sebelumnya yaitu 100 juta suntikan, 42 hari lebih cepat dari jadwal.

Di seberang Atlantik, beberapa negara di Eropa memasuki pembatasan COVID-19 untuk mengekang gelombang kasus ketiga. Jerman, ekonomi terbesar di Eropa, tiba-tiba membatalkan rencananya untuk penutupan Paskah yang ketat pada hari Rabu meskipun mencatat peningkatan terbesar dalam kasus COVID-19 sejak Januari 2021.
Internal

Kemudian dari sisi internal, disebut Ibrahim dipengaruhi adanya perbedaan persepsi antara pemangku jabatan dalam melakukan strategi untuk membangkitkan perekonomian di Indonesia.

“Bank Indonesia terus keukeh agar perbankan menurunkan suku bunga kreditnya karena sampai saat ini baru bank pelat merah yang menurunkan suku bunga, sedangkan bank swasta sampai saat ini belum menurunkan suku bunga,” tuturnya.


Berita Terkait



add images