JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, harga produk crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit terus bergerak naik.

Pada periode Juni 2021 penetapan bea keluar (BK) adalah USD1.223,90/MT. Harga referensi tersebut meningkat USD113,22 atau 9,25 persen dari periode Mei 2021, yaitu sebesar USD1.110,68/MT.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian harga CPO mengalami peningkatan sejak Februari 2021. Di mana pada saat itu, harga menyentuh level USD1.026/MT. Kemudian pada posisi Maret naik di USD1.036/MT, April USD1.0393/MT, Mei USD1.110/MT, dan Juni USD1.223/MT.

Direktur Industri Hasil Hutan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Perindustrian, Emil Satria mengatakan, harga CPO akan cenderung mengalami peningkatan. Hal itu sejalan dengan kebijakan terbaru tentang penggunaan sawit di dalam negeri.

“Namun peningkatan ini tidak bisa dprediksi terjadi sampai kapan. Kita lihat dengan perkembangan situasi ekonomi yang dipenuhi oleh pandemi, tentu akan mempengaruhi juga harga sawit di masa akan mendatang,” kata Emil dalam diskusi ISPO di Jakarta, Senin (7/6/2021).

“Kenaikan harga minyak sawit mentah atau CPO, tentunya akan meningkatkan harga diri produk hilir, karena nilai tambah yang meningkat,” sambungnya.

Menurut Emil, peningkatan harga CPO ini juga seiring dengan belakukanya PMK Nomor 191/2020. Harga CPO semakin meningkat juga disebabkan kebijakan lockdown di Malaysia dan negara produsen minyak nabati lainnya, sehingga pasar menjadi asimetris.

“Kenaikan harga CPO Global juga berpengaruh pada realisasi kebijakan B30 nasional di samping juga dipengaruhi oleh harga minyak dunia yang yang paten kenaikannya rumit untuk diramalkan,” pungkasnya. (der/fin)


Sumber: www.fajar.co.id

Komentar

Rekomendasi




add images