iklan Petugas medis melakukan pemeriksaan terhadap pasien COVID-19 di selasar Ruang IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Jumat (25/6). Membeludaknya kasus COVID-19 di ibu kota dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan penuhnya pelayanan kamar perawatan di rumah sakit tersebut sehingga sebagian pasien COVID-19 terpaksa antre untuk mendapatkan tempat perawatan.
Petugas medis melakukan pemeriksaan terhadap pasien COVID-19 di selasar Ruang IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Jumat (25/6). Membeludaknya kasus COVID-19 di ibu kota dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan penuhnya pelayanan kamar perawatan di rumah sakit tersebut sehingga sebagian pasien COVID-19 terpaksa antre untuk mendapatkan tempat perawatan. (Issak Ramdhani / fin.co.id)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Sebanyak enam provinsi di Indonesia mengalami penambahan kasus aktif secara signifikan. Yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Riau dan Kalimantan Selatan

“Ini kita pilih ada enam provinsi dengan peningkatan kasus aktif di atas 10.000 dalam kurun waktu satu bulan. Karena dari tanggal 4 Juli sampai 8 Agustus,” ujar Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19, dokter Dewi Nur Aisyah di Jakarta, Kamis (12/8).

Ia menyebutkan Sumatera Utara menempati posisi pertama dengan jumlah kenaikan kasus sebanyak 21.000 kasus. Hal itu membuat total kasus aktif di Sumut saat ini menjadi 24.000 kasus. Sebelumnya, pada 4 Juli 2021 berjumlah 2.894 kasus.

Posisi kedua ditempati oleh Kalimantan Timur dengan kenaikan mencapai 15.000 kasus dalam waktu satu bulan. Lalu, Sulawesi Selatan menempati posisi ketiga dengan mengalami lonjakkan kasus aktif sebanyak 10.851 kasus aktif.

Selanjutnya Sumatera Barat menyumbang 10.707 kasus aktif. Diikuti oleh Riau dengan jumlah 10.523 kasus aktif. Posisi keenam ditempati oleh Kalimantan Selatan yang mengalami kenaikan sebesar 10.087 kasus aktif.

Pemerintah daerah disarankan tetap berhati-hati. Mengingat angka kenaikan kasus aktif juga terus naik secara signifikan. “Kalau kita lihat di tanggal 8 Agustus, hanya Kalimantan Timur yang mengalami penurunan di pekan terakhir. Ini harus hati-hati. Pemerintah daerah terutama di enam provinsi, karena peningkatan kasus aktifnya sangat signifikan di dalam satu bulan terakhir. Lebih dari 10.000. Bahkan ada yang lebih dari 20.000,” pungkas Dewi. (rh/fin)


Sumber: www.fin.co.id

Berita Terkait



add images