iklan Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan tiang pancang Kereta Cepat Jakarta-Bandung seperti terlihat di Ruas Tol Purbaleunyi Km 125, Minggu (17/11/2019).
Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan tiang pancang Kereta Cepat Jakarta-Bandung seperti terlihat di Ruas Tol Purbaleunyi Km 125, Minggu (17/11/2019). (Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK )

“Apabila pola operasi kereta cepat ini dibiarkan seperti ini, maka dikhawatirkan akan membebani keuangan negara,” kata Didiek

Terlebih lagi, kata Didiek, peroalan juga terjadi pada pola komunikasi antara Indonesia dan China kurang lancar. Hal itu lantaran, karena pemimpin proyek, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sejatinya merupakan perusahaan konstruksi, bukan perusahaan di bidang kereta api. Namun, membangun proyek kereta cepat.

“Komunikasi antara Indonesia dan China tidak smooth, sekarang bisa bayangkan lead proyek ini adalah Wijaya Karya, itu perusahaan konstruksi sekarang yang dibangun kereta api,” pungkasnya.


Sumber: www.fin.co.id

Berita Terkait



add images